Senin, 05 Oktober 2009

The God Theory

You are God and God is You




Saya baru saja menyelesaikan membaca sebuah buku berjudul "The God Theory" oleh Bernard Haisch. Saya memerlukan waktu lebih banyak untuk bisa menuliskan blog saya kali ini. Penulis adalah seorang Doctor (PhD) di Astophysics dan sepanjang karirnya ia bergelut di dunia fisik. Namun ia pun menarik perhatian pada spritiual. Bernard Haisch tampaknya merasa tiba waktunya bagi ilmuwan untuk menjamah topik yang selama ini masih dinilai non-fisik.

Saya harus merenung beberapa waktu untuk bisa mencerna dan mengerti logika sang penulis. Kemudian tidak sabar bagi saya untuk segera membagi/menceritakannya kepada pembaca setia blog saya ini. Seperti judulnya, tulisan saya akan mengulas mengenai Tuhan, penciptaan, dan apa tujuan manusia diciptakan. Namun sebelum anda lanjut membaca tulisan saya ini, saya sarankan anda membaca tulisan-tulisan saya terdahulu:
Braneworlds, Dark Mater, The "Structure", The Property of Things

Seperti biasa, saya tidak akan mengulas buku tersebut 100%. Karena bila saya lakukan maka tulisan ini akan menjadi laporan atau synopsis buku. Namun seperti seluruh tulisan saya sebelumnya, saya akan tambahkan beberapa pandangan dan pendapat pribadi hasil dari apa yang saya pelajari serta tentunya bagaimana saya mecoba untuk berkompromi dengan wacana-wacana yang ada. Ini akan menjadi sebuah petualangan yang baru dan seru. Setidaknya begitulah harapan saya.

Apa yang bisa anda harapkan dari setelah membaca tulisan saya ini?
Saya akan menampilkan dan mengajak pembaca pada pola pikir logis yang perlu di pahami bersama dan kemudian terus mengikuti alur tulisan hingga kita besama-sama bisa menuju pada kesimpulan. Namun perlu saya ingatkan bahwa pola pikir logis kadang mempermainkan pola pikir logis yang anda anut seumur hidup anda. Yang mungkin logis bagi anda sekarang belum tentu benar demikian adanya. Mengenai alam ini dan Tuhan.

Apakah saya terlalu berani membahas mengenai Tuhan? Mari kita jawab bersama-sama.


Real/Nyata menurut Science


Definisi “Real” atau nyata menurut science adalah materi dan energi. Alam ini real, karena alam berisikan materi dan energi. Einstein mengguncang dunia dengan menemukan bahwa materi dan energi dapat dipertukarkan.. Dari Materi pun bisa berubah menjadi energi, demikian sebaliknya, dari energi bisa terbentuk materi. Jumlah energi pun kekal adanya. Setetes air (materi) bisa diurai menjadi energi dengan memecah partike-partikel penyusunnya. Proses pemacahan ini akan melepaskan sejumlah energi yang sangat besar.

Proses pembentukan alam semesta adalah contoh bagus dalam memberi contoh perubahan energi yang sangat besar menjadi materi benda-benda langit yang kita lihat sekarang. E=mc2, merumuskan Energi yang dapat berubah menjadi materi bila suatu obyek dipacu mendekati kecepatan cahaya. Energi akan mengalami transformasi ke massa obyek tersebut.

Science berabad-abad lamanya menggeluti realita ini, mempelajari seluk-beluk materi dan energi, dengan hasil sangat gemilang. Tanpa begitu listrik dan computer yang anda gunakan untuk membaca tulisan saya, tidak akan tercipta begitu saja.

Inilah definisi “REALITY” menurut science. Alam semesta ini merupakan sebuah benda padat yang penuh dengan materi dan energi. Tidak ada “vacuum”.



We Live in a Perfect Nature

Dalam tulisan saya yang lain, The "Structure", saya singgung bahwa ada 20 konstanta fundamental alam ini. 20 Konstanta tersebut sangat sensitif, dan seluruh penghuni alam semesta ini sangat menggantungkan eksistensinya terhadap nilai konstanta yang tetap tidak berubah sepanjang masa. Karena sedikit saja salah satu konstanta itu berubah maka seluruh alam akan hancur.

Sejak Big Bang, laju berkembangnya alam semesta ini yang disebut dengan laju kritis, bila lambat sedikit saja atau lebih cepat sedikit saja, maka alam semesta kita sudah hancur jauh sebelum mencapai kondisi sekarang ini. Hal ini disebabkan jumlah Dark Matter dan Dark Energy yang bertanggung-jawab atas laju kritis berkembangnya alam semesta, adalah tepat, tidak kurang tidak lebih.

We are not a result of a random equation
Sebelum alam semesta ini terbentuk, sebelum moment penciptaan, alam semesta kita bukanlah hasil dari kebetulan yang disebabkan ledakan besar dari sebuah kondisi yang disebut pre-quantum-state. Jika moment of creation adalah Big Bang, maka hanya ada satu alam yang terbentuk darinya, yaitu alam semesta kita. Sebagian orang memegang ide bahwa alam semesta kita adalah satu dari tak-hingga jumlah alam semesta kemungkinan yang terjadi akibat Big Bang. Jika benar demikian, kehidupan kita ini hanyalah sebuah kebetulan belaka. Tapi sungguh terlalu sempurna untuk dikatakan hanya sebuah kebetulan.

Kita hidup di alam semesta yang sempurna. Jumlah Dark Matter dan Dark Energy yang tepat, serta 20 konstanta alam yang tetap/konstan, sudah lebih dari cukup untuk menunjukkan dan membuktikan bahwa alam semesta kita ada dengan suatu alasan tertentu. Bukan suatu kebetulan. Alam ini diciptakan oleh Sebuah Entity yang Maha Kuasa dengan tujuan tertentu.

The Stage Was Set
So the stage was set. Seperti sebuah panggung atau setting film. Sang sutradara mengatur sedemikian rupa; design, konstruksi, bahan material, hingga warna, hiasan, dan lain sebagainya dengan ketepatan formula dan kesempurnaan perhitungan yang hakiki. Bergeser sedikit saja dari perhitungan itu, maka panggung akan hancur. Panggung itu adalah alam semesta ini. Alam semesta ini sungguh sempurna dengan mengikuti aturan-aturan baku yang tidak berubah. Hukum alam, kerumitan fisika yang tidak mungkin ada karena kebetulan belaka. Obyek-obyek di dalamnya eksis dengan harmonis dan seimbang. Semua saling membutuhkan satu sama lain, baik dalam skala micro maupun macro.

Saya rasa saya tidak perlu berpanjang lebar memaparkan betapa sempurnanya alam semesta ini, karena kesempurnaan tersebut adalah sebuah bahasan tanpa batas.

Apakah ada alam semesta lain yang mirip dengan alam semesta kita? Apakah predikat 'sempurna' yang kita sematkan untuk alam ini semata-mata karena kita tidak punya pembanding yang lebih baik? Bagaimana dengan braneworlds? Apakah semua semesta paralel hanyalah kebetulan belaka atau hanyalah pelengkap? Apakah teori itu salah seluruhnya? Ikan yang hidup di dalam air mungkin menganggap alam air adalah sempurna. Dan manusia menganggap alam semesta ini sempurna. Apa bedanya kita dengan ikan itu?
Ada atau tidak semesta paralel, yang menjadi inti dari pembahasan ini adalah bahwa alam semesta ini tidak mungkin ada karena kebetulan. Dan bila tidak kebetulan, berarti ada tujuan dari penciptaan alam ini.


Penjabaran Peluruhan (Reductionism)


Science juga punya metode khusus dalam menerangkan mekanisme alam ini. Sebuah analogi yang bagus; jika ada pertanyaan, mengapa sebuah mobil bisa membawa anda ke tujuan tertentu, missal dari Jakarta ke Surabaya. Untuk menjawab pertanyaan ini, science akan mulai mempreteli mobil, menemukan bahwa mesinlah yg menjadi sumber energi penggerak, kemudian mesin pun dirombak untuk melihat keping demi keping terkecil yang menyusunnya sampai disimpulkan bagaimana mobil bisa bergerak, berapa jumlah bahan bakar yang dibutuhkan, waktu tempuh, dan lain sebagainya. Namun dari situ manusia tidak mungkin menemukan jawaban ‘mengapa’ mobil itu bergerak?

Untuk mengerti mekanisme alam semesta ini, manusia mempelajari materi hingga dalam lingkup yang paling kecil, atom dan partikel, karena manusia yakin dengan mengerti mekanisme di tingkat yang paling kecil, maka manusia akan mengerti mekanisme alam ini pada ukuran berapa pun, dimana pun. Hingga kini metode ini sanggup membawa manusia ke tapal batas pengetahuan, string dan M-theory yang demikian rumit dan memukau. Namun inilah tapal batas. Dengannya manusia masih belum mampu menjawab ‘mengapa’ alam semesta ini tercipta?

Science berada di tepi jurang. Di seberang sana hanyalah kegelapan, tidak bisa dideteksi oleh perangkat apa pun. Science menggunakan partikel materi untuk mendeteksi apa pun yang menjadi obyek observasinya. Bagaimana dengan obyek yang tidak bisa dideteksi oleh partikel materi apa pun? Science berkata, maka obyek itu tidak ada atau tidak REAL.


So, What’s Next?


Science mencoba bergerak maju. Selangkah demi selangkah, mencoba mencari celah yang bisa dilalui. Celah itu semakin sempit. Sempit karena science sudah kehabisan cara untuk maju. Science harus melakukan revolusi untuk bisa melihat himpitan dan jalan di depannya. Harus ada cara menerangi jalan di depan sehingga science bisa melakukan observasi dan menarik kesimpulan. Science berada di antara dunia nyata dan tidak nyata. Antara science dan philosophy. Antara fisik dan metafisk.

Satu bidang science, yaitu
Noetic Science, yang dibangun oleh Edgar Mitchell (mantan astronaut, Apollo 14), adalah salah satu bidang science yang mencoba membawa science ke tempat yang belum pernah dijamah. Noetic melihat bahwa kemampuan manusia tidaklah hanya sebatas peralatan yang diciptakannya untuk mempelajasi alam ini, lebih jauh, untuk menolong dirinya sendiri agar menjadi manusia yang lebih baik. Selama ini manusia hanya memanfaatkan kemampuan otaknya sedikit saja. Tentunya ada metode atau cara yang dapat menaikkan kemampuan otak manusia. Apa yang terjadi bila kita mampu memanfaatkan 100% kapasitas otak kita? Noetic adalah science yang berani terjun untuk menyelidiki alam pikiran, alam bawah sadar, psychokinetic, Kematian, science and wisdom, meditasi, dan lain seterusnya.

Mungkin manusia telah berjalan ke arah yang keliru. The biggest mystery is not the universe, but human itself.

Manusia mempunyai potensi yang 80% -nya masih menjadi bahan penilitian di Noetic Institute. Saat ini kita tidak tau apa saja manifestasi dari 80% potensi kita itu. Kemudian ada sebuah pertanyaan, ‘apakah ini pemikiran baru? Ataukan sudah pernah dibicarakan sebelumnya?’

Ilmuwan noetic membuka diri untuk mempelajari catatan-catatan sejarah yang mungkin pernah menyinggung tentang rahasia alam yang terbesar ini, manusia.
Dan ternyata literature-literature itu sangat banyak. Sejak awal, sejak zaman manusia mampu menuliskan idenya, manusia sudah mulai berpikir tentang potensi yang tersimpan di dalam jasad kita ini, hubungan antara manusia dengan alam., reality dengan non-reality, Fisik dan mistik. Manusia dan Tuhan. Sebagian kitab-kitab itu masih ada hingga sekarang dalam bentuk kitab suci agama-agama di seluruh dunia (Taurat, Injil, Al-Quran, Veda, dll)

Manusia pada zaman itu sudah berbicara mengenai pencipataan alam semesta, penciptaan manusia, baik-buruk, dan lain sebagainya. Apakah mungkin jawaban misteri yang dihadapi science sekarang ini hanyalah berupa perulangan bahsan topic uang pernah dibicarakan nenek-moyang kita terdahulu? Memang bedanya, dulu mereka tidak menggunakan teknologi untuk menguji hipotesa, mereka hanya menggunakan logika dan akal, filsafat. Tapi di masa science yang berada di tepi jurang ini, tidak ada cara lain untuk melihat dalam kegelapan selain mencoba melihat kembali ke dalam kitab-kitab itu. Mencoba mendalami potensi manusia. Manusia dengan alam, manusia dengan Tuhan.



Polarity


Tuhan yang Maha Satu, hanya ada Dia sebelum Dia menciptakan alam semesta ini. Dia tidak memerlukan ruang, tidak juga waktu. Tidak ada yang lainnya selain Zat Yang Satu itu. Kemudian Tuhan berhendak menciptakan alam. Pertama kali Ia menciptakan cahaya. Adalah suatu keputusan dari Tuhan untuk menciptakan cahaya sebagai awal proses penciptaan. Cahaya membawa konsekwensi, yaitu polarity. Ini adalah sifat dasar cahaya yang darimana alam semesta ini diciptakan. Polarity adalah pengkutuban, dualisme, dua sifat yang saling bertentangan namun saling menyeimbangi satu sama lain. Hindu menyebutnya Karma, ajaran di China menyebutnya Yin-Yang. Oleh karenanya di alam ini kita amati terdapat polarity di mana-mana. Kanan-kiri, negative-positive, baik-buruk, kaya-miskin, semua berpasangan dan saling meniadakan/menyeimbangkan.

Bila di alam ini terdapat polarity, maka sebelum terciptanya, tidak ada polarity. Inilah arti ESA yang sesungguhnya. Hanya ada Tuhan. Tidak ada yang lain. Tuhan adalah singular, bukan polar. Tidak ada kanan-kiri, tidak ada negative-positive, tidak ada baik-buruk. Tidak ada surga-neraka.

Dari cahaya tersebut terciptakan alam yang penuh dengan planet, termasuk manusia. Kita berasal dari Zat-Nya. Manusia adalah manifestasi dari Tuhan.

Kita kemudian memanggil alam ini sebagai alam yang REAL. Inilah REALITY menurut science. Namun bila ini adalah alam Real, apakah anda mengatakan bahwa Tuhan tidak Real? Di dalam Alquran, alam ini diebut ‘fana’ yang artinya ‘sementara’. Yang kalau saya mengartikannya sebagai alam semu, atau tidak REAL. Alam ini bukan REALITY yang hakiki. Jadi, apakah pemahaman kita ini terbalik? Sesungguhnya yang REAL adalah Tuhan, sedangkan alam ini, Tidak Real. Real hanyalah yang Singular. Polar bukanlah Real.

Pemahaman reality yang seperti inilah yang banyak di singgung di kitab-kitab suci. Ke-fana-an dunia yang disalah-artikan sebagai real telah mengecohkan manusia dalam memandang ajaran-ajaran itu sebagai mistic, metafisik, spiritual, dan segala bentuk yang tidak bisa dianalisa oleh perangkat science.

Namun dengan pemahaman yang sebenarnya, bahwa alam inilah yang tidak real, maka sesungguhnya science hanya mengamati sebuah ciptaan, tanpa bisa mengerti sang Pencipta. Dengan kata lain, apabila science ingin mempelajari kebenaran yang hakiki, maka ia harus memperkaya pemahamannya terhadap alam ini yang tidak hanya bisa dipelajari oleh partikel-partikel materi, namun juga dari sesuatu yang lain, sesuatu yang selama ini dianggap metafisik, mistis, dan spiritual.

Kemana science harus mencari?
Bila manusia diciptakan dari zat-Nya, maka pertanyaan itu sangat tepat bila dibalikkan ke diri manusia sendiri. Manusia adalah manifestasi dari Tuhan. Dan sudah menjadi sifat dasar, atau dorongan naluri manusia untuk mencari Tuhan di balik jasad ini, meng-explore seluruh kemampuan ‘mind’ dan bentuk dasar kesadaran.

Albert Einstein pernah berkata, “di masa depan, akan ada agama baru yang berupa cosmic religion”. Satu agama yang benar-benar mengerti reality yang sesungguhnya dan melihat manusia sebagai manifestasi dari Tuhan. Tubuh kita adalah sebuah kuil, sebuah kuil, rumah bagi Tuhan yang tinggal di dalamnya. Carilah Tuhan di dalam dirimu.



The God Theory

Saya rasa manusia sudah cukup berani untuk mengungkapkan teori-teori fisika mereka tanpa harus dirudung rasa takut dibakar hidup-hidup seperti beberapa abad yang lalu. Dengan kedewasaan berpikir ini, maka ilmuwan fisika teoretis serta para cosmologist sudah berani mengajukan teorinya kepada dunia, seperti braneworlds, zero-brain, cyclic universe, dll. Teori-toeri ini tentunya semakin sulit untuk dibuktikan atau bahkan mungkin tidak akan bisa dibuktikan sama sekali. Yang mampu ditawarkan hanyalah ‘apakah anda percaya atau tidak’. Dan satu-satunya cara untuk mengujinya adalah dengan pendekatan logika.

Alam yang sangat sempurna ini hanya mungkin ada bila ada yang menciptakannya. Sebentuk Entity yang Maha Cerdas dan Kuasa. Ia adalah Potensi Yang Maha Tak Berhingga. Lalu untuk apa Sang Entitiy dengan Potensi Yang Yak Berhingga menciptakan alam ini? Jawabanya mungkin adalah untuk merubah potensi menjadi pengalaman (To turn potential into experience).

Coba bayangkan anda seorang programmer yang sangat pintar, anda mampu membuat game simulasi komputer. Anda adalah potensi. Lalu apa yang akan anda lakukan dengan potensi anda itu setelah membuat game tersebut? Secara logis anda akan memainkannya. Anda akan menjadi karakter di dalam game anda dan mengalami sendiri bermain dalam game simulasi yang anda buat itu!

Bagaimana mencari tau apakah ide ini benar? Saya tawarkan kepada pembaca untuk mencari bukti-bukti di literatur agama masing-masing apakah pernah tertulis sebuah kalimat yang menyatakan kebenaran ide ini. Baik itu berupa kiasan sekalipun. Kali ini Fisika mungkin tidak dapat membuktikannya. Saya merasa inilah batas akhir ilmu pengetahuan yang ada di alam ini. Kita perlu perangkat baru yang bisa menjamah realm di luar alam ini. Graviton mungkin mampu membuktikan adanya dimensi extra yang di-teorikan M-Theory, namun graviton tidak bisa membawa manusia kepada zero-brane maupun juga partikel tanpa property.

Sebuah buku popluer dari beberapa dekade yang lalu "
Science and the Unseen World" oleh A.S. Eddington, sekiranya cocok bagi saya dalam menyampaikan bahwa manusia sudah berada di tepi batas pemisah dimana di seberang sana adalah sebuah dunia yang belum pasti bisa dilihat oleh kaca mata science. Kalau anda ingin mengatakan bahwa inilah batas science dan "spiritual", inilah saatnya. Pertanyaan saya, apa yang bisa anda pikirkan setelah itu? Dapatkan pertanyaan-pertanyaan penting terjawab?

Ini adalah sebuah ide atau pemikiran yang sangat menarik dan mungkin termasuk baru. Jika benar bahwa Tuhan menciptakan alam ini agar "Ia" bisa ber-experience melalui manusia -- tujuan manusia di alam ini adalah untuk ber-experience, maka pertanyaan selanjutnya adalah 'Apa sajakah experience yang diinginkan-Nya untuk kita jalani?'.



Zero-Point Field


Ada baiknya saya menyinggung sedikit mengenai Zero-Point Field sebelum lanjut ke pembahasan selanjutnya. Fisika telah sering menyinggung bahwa tidak ada ruang yang bisa benar-benar dalam keadaan kosong atau vacuum. Setiap titik ruang ini terpenuhi oleh quantum fluctuation. Partikel yang muncul dan saling meniadakan tanpa henti di setiap titik ruang di alam semesta. Apa sebenarnya ini? Dari mana mereka berasal? Mungkinkah partikel muncul dari ketiadaan seperti itu? Nyatanya memang demikian.
Fisika berteori bahwa partikel-partikel itu adalah partikel zero atau Zero-Point Particle, tak bermasa, dan tersebar merata bagai sebuah grid atau matrix alam semesta, Zero-Point Field (ZPF).

Bernard Haisch menjelaskan bahwa ZPF inilah yang menjadi alasan sebenarnya mengapa materi memiliki massa.

Sedikit membahas tentang massa. Massa adalah sebuah teka-teki di dalam ilmu Fisika. Sampai kini kita tidak tau dari mana massa itu berasal? Apakah massa suatu atom adalah sama dengan banyaknya jumlah electron? Kalau begitu dari mana massa electron itu sendiri?

Ilmuwan kemudian menerima sebuah theory bahwa massa diwakili oleh sebuah partikel yang dinamakan partikel Higgs. Jadi, massa suatu partikel ditentukan dari seberapa banyak jumlah partikel Higgs yang menyelimuti partikel itu. Anda bisa bayangkan sebuah partikel yang diselimuti kabut Higss. Kalau demikian, bagaimana dengan massa dari partikel Higgs itu sendiri?

Massa yang diwakili oleh partikel Higgs ini (walaupaun terdengar sangat aneh) sedang dibuktikan keberadaannya di laboratorium milik CERN, Large Hadron Collider (LHC), dengan menumbukkan dua buah partikel materi yang dari ledakan yang terjadi diharapkan adanya serpihan partikel Higgs.

Ilmuwan lain mengemukakan teori bahwa massa sebenarnya adalah sebuah efek yang dihasilkan dari ikatan partikel materi terhadap ZPF. Sehingga massa suatu partikel ditentukan dari ikatan yang terjadi antara partikel itu dengan Zero-Point Field. Theory ini sangat konsisten dengan String/M-Theory. Bahwa setiap partikel adalah sebuah string yang bergetar. Tidak hanya bergetar, ia juga harus tertambat (kedua-ujungnya) pada sebuah membrane yang membentuk rupa dan dimensi alam semesta ini. Membrane ini adalah ZPF.

Kondisi ini juga cocok untuk menjelaskan mengapa partikel Graviton ber-massa NOL. Graviton adalah partikel pembawa efek gravitasi yang berupa string tertutup (Closed-loop string). Kedua ujung string graviton saling bertautan sehingga ia tidak memiliki ujung untuk bisa tertambat ke membrane/ZPF. Tidak adanya ikatan ke ZPF - maka graviton tidak memiliki massa.


God is SINGULAR, And So are We


Apa tujuan kita di dunia ini? Apa tujuan Tuhan menciptakan manusia?
Mungkin pertanyaan itu baru bisa dijawab bila kita menggali lebih dalam potensi Tuhan di dalam diri kita.


Dari yang singular terciptakan polarity yang kemudian menjadi makhlulk yang tak hingga jumlahnya di dalam sebuah alam. Bayangkan tubuh kita yang satu ini terdiri dari jutaan bahkan milyaran jumlah sel. Setiap sel punya perilaku, tugas masing-masing. Namun seluruh sel itu secara bersamaan mempunyai satu tujuan yang sama yaitu untuk membuat tubuh ini hidup.

Noetic science mempunyai pendapat bahwa 'jiwa' dan 'pikiran' adalah entity yang terhitung. Dapat di analisa dan dipelajari. 'the mind' yang dihasilkan dari tubuh kita ini adalah berupa partikel yang memiliki massa. Memiliki massa berarti terdapat ikatan antara 'mind' kita dengan Zero-Point Field (ZPF).

Seperti yang disinggung di atas, bahwa ZPF adalah sebuah field yang mengisi penuh alam semesta ini. Sebuah kesatuan. Sebuah membrane. Dengan adanya ikatan antara 'mind' setiap individu manusia dengan ZPF, maka ini berarti setiap manusia saling berhubungan. Selain itu, human mind juga memiliki hubungan dengan partikel lain. 'Human Mind' bisa mempengaruhi kondisi setiap partikel di alam ini.

Mohon dibaca baik-baik tulisan saya ini.
Kenyataan di atas menjelaskan banyak hal. Inilah bagaimana suasana hati seseorang bisa mempengaruhi lingkungan di sekitarnya. Hasil percobaan laboratorium terhadap air membuktikan bahwa dengan memberikan pikiran 'senang', air membentuk kristal dalam bentuk khusus ketika ia dibekukan. Lain pula bentuk kristal air yang terbentuk ketika ia diberikan pikiran negative, seperti marah, benci, dll.


Inilah juga mengapa terdapat jenis pengobatan alternatif di bumi ini, seorang mampu mengobati orang yang sakit hanya dengan sentuhan tangan, atau bahkan dari jarak jauh.
Pikiran manusia dapat mempengaruhi materi. Merubah materi. Banyak peristiwa di kitab suci yang menceritakan bagaiman seorang nabi mampu berbuat mukjizat. Mukjizat adalah sebuah kata kiasan. Mukjizat adalah manifestasi dari potensi Tuhan di dalam diri manusia, yang membuat manusia memiliki 'God-Like power'.

Kemudian, oleh karena setiap pikiran manusia berhubungan satu sama lain, apa yang terjadi bila kumpulan manusia melakukan konsentrasi memikirkan satu hal yang sama? Bagaimana bila seluruh manusia di bumi melakukannya?

Ini juga menjelaskan science dibalik 'The Law Of Attraction" dalam buku 'The Secret' oleh Rhonda Byrne. Keinginan kuat dapat mempengaruhi hasil yang didapat. Suatu niat yang kuat dapat menarik perilaku alam ini untuk mewujudkan niat itu.

Allah berfirman, "Tidak akan berubah nasib suatu kaum bila kaum itu tidak merubahnya sendiri".Anda pasti sering mendengar perkataan, "Manusia merencanakan, Tuhan menentukan". Satement ini sangat bertentangan dengan firman Tuhan di atas. Sangat jelas bahwa manusia mampu merubah kondisinya, bahkan merubah materi disekelilingnya. Tuhan telah menyebutkannya di dalam kitab suci. Manusia mencoba mengartikannya, namun entah bagaimana sepertinya selalu keliru.

Manusia adalah sel kehidupan dari Zat Yang Maha Besar. Manusia adalah satu system. We are united. We are One as Singular, Singular as God-self.

Ketika engkau berdoa dengan khusyuk, anda menemukan Tuhan di dalam dirimu. Engkaulah sang Pencipta. Engkaulah Brahma. Engkaulah Tuhan, dan Tuhan selalu tau yang terbaik. When you embark as being God, nothing else in nature is relevant, becasue there is no polarity, only Singular. You are God.

Bacalah. Bacalah kitabmu dalam artinya yang sebenarnya. Singkirkan bungkusnya, jangan terkecohkan dengan kiasan atau perlambangan di dalamnya. Hanya mereka yang benar-benar mau berpikir, terbuka dan bebas dari segala doktrin dan dogma yang bisa menemukannya.

This is not Sufism, this is not Kabalism, not Hinduism, this is science. An ancient science being rediscovered.



[ER]

105 komentar:

Bowo mengatakan...

very touching - "we are God - God in us and we are in one in God - " same old kejawen wisdom teaching, yes, an ancient science being rediscovered, I agree

Erianto Rachman mengatakan...

Thanks Bowo! You are God.

Anonim mengatakan...

OH MY GOD...
God, you're so.. god

huahuahua

iful mengatakan...

Tuhan dan ciptaannya adalah satu atau menyatu. Ya...berapa 'sempalan' dari agama-agama resmi telah mendeklarasi hal ini. Namun pendekatannya melalui pengalaman-pengalaman spritual mengakibatkan mereka gampang dipojokkan sebagai aliran sesat.

Tulisan ini merangkum dan melihat hal ini dari sudut pandang 'science'. Nah..ini yg menarik.

Makasih untuk artikelnya gue bookmark di blog gue

Erianto Rachman mengatakan...

Thanks Iful.
Manusia sangat senang dengan doktrin dan dogma Tanpa doktrin, manusia kehilangan pedoman hidup. Ini terjadi berabad2. Agama yang diterima manusia adalah yang mengajarkan doktrin kuat. Essensi yang sebenarnya ditutup, dikiaskan. Namun implikasi dari kebernaran yang hakiki juga mungkin akan mendatangkan bencana besar, sehingga para pemikir terdahulu memutuskan untuk menutupinya dan hanya yang 'terpilih' saja yang akan mampu membongkar kiasan itu dan mendapati maksud yang sebenarnya.
Atau, mungkin memang kiasan itu ditulis oleh karena tidak ada kata yang mampu mewakili maksud yang ingin disampaikan. well... the rediscoverey of the true wisdom of the ancient is still on...

Muawiya Murti@gmail.com mengatakan...

"Bacalah. Bacalah kitabmu dalam artinya yang sebenarnya. Singkirkan bungkusnya, jangan terkecohkan dengan kiasan atau perlambangan di dalamnya. Hanya mereka yang benar-benar mau berpikir, terbuka dan bebas dari segala doktrin dan dogma yang bisa menemukannya."

Anjuran yang jarang dilaksanakan oleh sebagian besar muslim. Membaca kitab maunya yang arabnya saja, walaupun susah bahkan untuk membacanya saja, Yang terjemahan, tidak mau dibaca walau mudah dibaca dan dimengerti,

Sebaliknya, masyarakat kita terlalu banyak mengikuti The Second Book (:Hadits ). Kalau yang ini pasti dibaca dengan artinya

Erianto Rachman mengatakan...

Terima kasih Muawiya.
Manusia secara tradisi menyukai dengan doktrin. "Saya beragama "A" karena dari dulu keluarga saya juga beragama "A"". Bukan dengan alasan bahwa ia yakin atau hasil nalarnya. Begitulah yang ada kebanyakan.
Manusia adalah Tuhan. Tuhan adalah Allah. Sebagian kita sulit mencernanya, namun sebagian lain sudah tau maksudnya. Inilah inti dari semuanya.

future phenomenon mengatakan...

sains telah menemukan satu teori yang mencakupi sufi yang di namakan wahdatul wujud..maka benarlah ia.

tapi ia bukanlah ilmu akan tetapi suatu jalan dan pengalaman seseorang manusia itu setelah dirinya bergelar tuhan...tuhan juga ber'jalan' untuk mengenali dirinya seperti termaktub dalam hadis dan quran bermaksud "AKU ciptakan makhluk untuk Aku kenali diriKU sendiri"...

apapun,salam ziarah, jika mahu mengetahui rahsia nusantara, islam dan kebangkitan akhir zaman sila mengunjungi www.nusanaga.blogspot.com

Anonim mengatakan...

hmmm masih bingung kenapa kita kok di sebut tuhan

Erianto Rachman mengatakan...

Hi,
Kalau anda dalami tulisan saya, jawabannya sudah ada di situ. Namun untuk gampangnya seperti ini;
Sebelum alam ini ada, maka hanya ada Tuhan. SINGULAR. Untuk menciptakan menciptakan alam ini diperlukan 'bahan' atau meterial. Maka Tuhan me-manifestasi-kan Zat-Nya menjadi ciptaan-Nya. Sehingga, semua yang diciptakan Tuhan adalah berasal dari Zat-Nya.
Prosesnya seperti yang didapat dari ilmu Sufi, bahwa pada awalnya Tuhan menciptakan NUR. Nur ini adalah cahaya Bahan baku utama penciptaan alam, Nur ini adalah Zat Tuhan dengan POLARity(seperti yang saya tuliskan pada artikel ini).
Lalu, mengapa Ia mencipta ini semua? Mulai dari alam semesta hingga manusia? Karena, menurut The God Theory, Tuhan BERKHENDAK untuk ber-experience ke dalam alam ini dengan berwujud ciptaan-Nya sendiri.
So, manusia, kita, memiliki sifat Tuhan. Walaupun terbatas oleh fisik, namun kita adalah manifestasi dari Zat yang Maha Kuasa. Tuhan ber-experience melalui kita. Tuhan adalah kita. kita adalah Tuhan. Tanyakan pada dirimu sendiri (Pada Tuhan) apa yang Ia kehendaki dari dirimu untuk diakukan dalam hidup ini. Tuhan ada di dirimu. Temukan Ia di dalam tingkat kesadaranmu yang paling dalam.
Mengapa saya mengunakan "Tuhan" ketimbang Allah? Saya mulsim. Dan pengetahuan ini juga dipercayai oleh semua agama yang berasal dariNya. Tuhanmu Tuhanku juga.
Semoga penjelasan ini bisa diterima. Tulisan saya selanjutnya akan membahas mengenai Ascension.

Anonim mengatakan...

maaf sih,susah utk sy fahami bahawa kita adalah Tuhan,mcm ajaran sesat saja,maaf ya,saya msh belum fhm mksud pnulis,tp jika slh fhm mmg bisa sesat sih..

lgpun,Allah adlh Pencipta,kita dn sekalian makhluk adlah yg di cipta,masakan sih,yg dicipta boleh jd pencipta,,mmg bikin sesat gini,kita boleh di aggap melawan Allah,krn kita hamba Allah,bkn TUhan sih..aku ngak boleh terima dn takut utk menerima..
boleh kasi jelas pnulis..

Anonim mengatakan...

maaf ya,sy ngak ngerti apa mksud pnulis,dn sy takut jika slh ngerti,boleh jd sesat,dn org ln juga bisa jg gitu,na'uzubillah!

maaf ya,sbnrnya fahaman kita adalah tuhan sprti ajaran sesat yg sdg di lakukan oleh the hidden hand mnuju ke arah new world order yg mengatakan there is no god,we r god,dn itu adalah sgt mnakutkan sy,mana mgkin saya adlah tuhan,sdgkan saya adlh hasil ciptaanNya..hasil ciptaan ngak bisa mnjadi pncipta

dn apa yg mengejutkan ada jugak fahaman islam yg sebegitu,sy ingat ke fahaman non muslim shj yg ingin myesatkan..krn org muslim sedia maklum bhw kita adalh hamba Allah,dn bukan Tuhan

maaf ya jika saya terlebih krn sy tk fhm mksud pnulis,,blh encik jlskan apa yg menjadikan pendapat encik begitu..

Erianto Rachman mengatakan...

Saya pun tidak bermaksud mengelabui atau memberikan ajakan atau hasutan kepada siapapun untuk percaya atau membawa hal ini sebagai bahan perdebatan yang menyalahkan keyakinan pembaca, apalagi menganggap tulisan saya adalah ajakan ke ajaran sesat. Tulisan saya berupa summary dari sekian banyak buku yang telah saya baca dan diskusi-diskusi yang pernah saya lakukan bersama teman-teman yang sama-sama menggemari topik serupa.

Jika anda merasa tidak bisa menerima, tidak apa-apa. wajar saja. Namun bila anda ingin tau lebih jauh, saya pun bersedia menjawab pertanyaan anda semampu saya.

Manusia memang terbatasi oleh fisik atau wadah atau jasad. Kita hidup di alam fisik cipataan Tuhan. Jadi MEMANG TIDAK MUNGKIN kita yang hasil ciptaan ini menyamai penciptanya. Sekali lagi saya katakan TIDAK MUNGKIN.

Lalu apakah pernyataan saya itu kontradiktif dengan isi tulisan saya? Tidak.
Silahkan baca tulisan saya yang berjudul "Braneworld". Tuhan adalah entity tanpa brane. Manusia memerlukan at least 3 brane. and there are 7 more branes that bound us.

Tapi pertanyaannya masih sama, siapakah kita? untuk apa kita diciptakan? mengapa? Untuk menjawab ini, maka saya tulisakan "God Theory".
Bahwa manusia adalah manifestasi dari Tuhan. Jika manusia adalah manifestasi dari Tuhan, lalu apa yang terjadi bila fisik,wadah,jasad ini mati? tinggallah sewujud entitiy yang akan "kembali" kepada penciptanya. Entity itu adalah Zat yang Maha Kuasa.
Di dalam Alquran disinggung pula mengenai ini. Bahwa Allah meniupkan ruh-Nya kepada manusia. dan urusan Ruh adalah urusan Allah, tidaklah manusia diberi pengetahuan megennai Ruh melainkan hanya sedikit.

Alam yang kita tinggali ini tidak nyata. Yang nyata adalah Allah. Dan Tiada Tuhan selain Allah.

Erianto Rachman mengatakan...

Saya sangat senang anda mau meluangkan waktu untuk membaca tulisa saya dan berdiskusi. Memang akan menyedihkan bila tulisan saya dianggap sebagai salah satu aliran sesat :-)

Jika anda pelajari sejarah manusia dimana belum dikenalkan dengan ajaran agama yang benar, manusia berusaha mencari Tuhan dengan benda-benda di dunia (Pagan). Manusia-manusia itu sangat rentan terhadap godaan iblis. Namun dengan mengenai siapa Tuhan yang sebenarnya, maka iblis pun tidak lagi penjadi penggaggu utama. Pengganggu utama manusia adalah manusia sendiri yang mengaku sebagai Tuhan dan atau juru selamat. Bagaimana mengahdapi ancaman ini?

Bacalah.
Kita harus kembali ke ayat nomor satu pada Kitab suci. bahwa kita harus kembali membaca, belajar, mengkaji. mana yang benar, mana yang salah? Apakah yang benar itu memang benar yang hakiki? Apa itu kebenaran yang hakiki?

Tidak ada satupun manusia di bumi ini yang mampu memberikan jawaban yang benar selain dari Allah yang Maha Tau. Oleh karena itu, bertanyalah hanya kepada Allah.

Allah ada di dalam diriku dan dirimu. Mendekatlah kepadaNya disaat sunyi malam hari, tanyakan pertanyaan itu.

Anonim mengatakan...

wah,trima kasih ya..barulah saya faham bagaimana boleh terjadinya theory ni apabila encik terangkan td,.
yelah,sy yg berilmu cetek ni perlu bertanya kpd org yg lebih pandai spy tdk tersalah fhm..haha,naya tak gitu sih

Anonim mengatakan...

sebuah tulisan yg cerdas & logis.. selamat anda tidak terkekang dgn dogma2 yg justru mengekang pikiran kritis anda. saya sangat setuju, sejalan dgn yang saya ketahui dari beberapa sumber,bahwa Tuhan tidak terbatas ruang dan waktu, ada di setiap atom dan identik dengan roh yg ada di dalam semua mahluk dan benda maupun atom. bahwa Tuhan menciptakan alam semesta dalam jumlah yg tidak terbatas dan Beliau sendiri turun dari kerajaan Beliau ke alam semesta ciptaan Beliau sendiri untuk ikut "bermain" dgn mahluk dan alam semesta. beberapa kitab suci pernah mendokumentasika n kejadian tersebut. setuju dech....

Erianto Rachman mengatakan...

Terima kasih atas komentarnya. Semoga tulisan saya bisa membawa manfaat positif bagi anda.

Anonim mengatakan...

what the funny joke?
hello,, you are god?,oh my...,
we are god?/manifestasi from god?

benarkah kita bisa menjadikan apa saja yang kita inginkan lewat "tubuh manusia" kita ini? yang katanya berasal dari tuhan,yang katanya adalah "makhluk paling sempurna"diantara makhluk-Nya yang lain?

Anda katakan bahwa dunia kita sekarang ini adalah dunia yang tidak nyata,siapa yang bisa mengetahui nyata atau tidak dunia ini selain hanya tuhan yang tau,lagipula, entah memang benar nyata atau tidak,setujukah kalau dapat dipastikan bahwa apa yang kita lakukan di dunia kita sekarang ini,adalah yang akan menentukan kehidupan kita di dunia2 selanjutnya setelah kita mati nanti.

mengapa ada orang terlahir cacat?,mengapa ada orang terlahir tidak cacat,apakah tuhan pilih kasih?

daripada berpikir tentang aku tuhan, kau juga tuhan.. mari kita bersatu untuk kedamaian dunia = pernyataan dari orang sakit

saya lebih suka menganggap : tuhan itu ada dan mengawasi kita..

marilah kita menstabilkan jumlah sumberdaya fosil,kayu hutan, dan persediaan makanan,dgn populasi yang ada,agar semua kebutuhan hidup bisa CUKUP tercukupi RATA SEMUANYA,agar melahirkan generasi penerus yang kuat fisik dan mental,membela tanah air,tidak cacat/bodoh,sehingga tidak diakali oleh bangsa lain(APALAGI OLEH ORANG YANG MASIH SATU BANGSA) yang lebih pintar tapi hanya bisa MENJARAH

NB: tapi karna sudah terlanjur terlahir bodoh di negara yang sudah telah terlanjur jadi bodoh,ya mau bagaimana lagi,sekolah saja mahal..,mending kita berangan2 menjadi tuhan dan santai sajalah..,toh,tuhan sudah mengatur semuanya :-P

Erianto Rachman mengatakan...

Terima kasih atas komentar anda. Sayang saya tidak tau nama anda.
Bagi saya, setiap orang boleh berpendapat dan menyimpulkan sendiri atas apa yang dijalani dan diamati dalam kehidupan 'fana' ini. Terutama jika dapat menjadikan anda memiliki niat positive dalam merawat bumi ini. Bahwa juga kita bisa melakukan perubahan nyata yang dapat menjadikan bumi tempat yang lebih baik.
Dari cara berpikir, niat dan aksi positif itulah yang membuat anda sebenar-benar Manusia untuk bumi ini. a true Human for Earth.

We are part of nature. We are relevant. If you feel hurt when someone out there destroys any forest, polutes the water and air, then you have realized that you are one of nature. Your action is relevant.

Tuhan mengawasi kita. Saya setuju. dan masing-masing kita menjadi pengawas dari yang lainnya.
So please continue to contribute positively for humanity and this planet. You are Relevant and Significant!

Erianto Rachman mengatakan...

Addition to my previous comment:

What makes it interesting for me is that I expected different opinions form my readers, which this is what I am getting. I posted an idea, you comment on it. If you wish to discuss, I shall be happy to do it with you.

One silver-line from me: That we shape our own lifes and our own futures. God already said it. We are the master of our own lifes. It is the process in shaping it that really matters. It determines who we are as an individual.

God Bless!

yudha ini mengatakan...

dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih dan maha Penyayang
1 Katakanlah: Dia lah Allah, Yang Maha Esa
2 Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu
3 Dia tiada beranak dan tiada pula diperanakkan
4 dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia

kalau kita renungkan ayat terahir dr surah Al ikhlas tsb jelas sudah klo Tuhan itu bukan siapa2; bukan aku, kamu, dia, mereka atau kita.. sehebat apa pun kita berpikir mengerahkan 100% kemampuan otak kita sama sekali itu tidak akan "menjadikan kita Tuhan"
Karena Tuhan Maha Suci, tidak tercemari konsep Ada, Tidak Ada atau Siapa?
Karena memang Tuhan itu membingungkan, di satu sisi Dia berkata bahwa Dia adalah seperti apa yg hambaNya pikirkan..
sementara hamba2Nya yg memiliki pola pikir yg berbeda2 itu bukan hanya manusia, masih ada Malaikat (yg pastinya jauh lebih cerdas dari manusia), Iblis (yang dulu mantan pemimpin seluruh malaikat), Jin (keturunannya iblis), mungkin juga hewan dan Tumbuhan..
Dia itu misterius, itu salah satu sifat yg membuat aku jatuh..menyerah..pasrah sbg seorang "muslim"

hanya kepada Engakulah kami menyembah dan hanya Engkaulah kami memohon pertolongan, tunjukilah kami jalan yang lurus, yaitu jalan orang2 yang telah Kau beri nikmat (kebenaran), bukan jalan mereka yang Kau murkai dan mereka yang sesat

Erianto Rachman mengatakan...

Wahyu Allah berarti particularly bagi setiap individu yang membacanya. Wahyu bagaikan air murni. Namun faktanya Tidak ada yang tau rasa atau wujud air-murni yang hakiki, sehingga masing2 atau sekelompok manusia menentukan sendiri bagaimana itu rupa air-murni yang baik bagi mereka.

Saya tidak mengatakan bahwa tindakan itu salah. Selama itu membuat iman mereka menjadi lebih tebal, maka itu adalah baik.

Namun dalam pencarian air-murni yang hakiki, mecari kebenaran yang hakiki, kita perlu mengkaji alam ini secara dalam dan menyeluruh. Karena tidak ada zat yang mampu menunjukkan kebenaran yang hakiki selain zat yang Maha Satu itu.

Suat Al-Ikhlas menegaskan bahwa Tuhan adalah Satu. Maka tidak ada "apapun" selain Tuhan. Dan Tuhan adalah tempat dimana alam ini Eksis.

Surat ini menegaskan kebenaran tulisan saya bahwa Hanya Ada Tuhan, dan apa pun yang wujud di alam adalah manifestasi dari Tuhan.

Apakah bukan itu arti yang hakiki dari Surat Al-Ikhlas menurut anda? Bila anda menjawab 'tidak', maka tentunya air-murni itu rasanya masih berbeda bagi anda dan saya. Tapi sekali lagi, hal ini bukanlah hal yang buruk.

Salam,
ER

drilyas mengatakan...

Memang betul, manusia itu adalah manifestasi Tuhan untuk mengenal DiriNya. Manusia itu adalah wadah (vehicle) seperti lampu untuk menerbitkan cahaya elektrik. Hal ini adalah abstrak dan selalu menjadi polimik oleh para pemimpin agama kerana mereka hanya menghafal kitab-kitab suci. Ajaran ini telah lama diajarkan oleh leluhur orang Melayu di Alam Melayu (zaman pra-sejarah, wilayah ini dinamakan Sundaland, atau Mu, atau Lemuria, atau Kumari Kandam, atau Atlantis), iaitu sebelum sebahagian daratannya tenggelam ke dalam laut yang sekarang ini menjadi Laut China Selatan, Laut Sulu, Laut Jawa, Selat Melaka dan Telok Siam. Sesungguhnya Orang Melayu (Malai), sebelum berpecah menjadi suku bangsa Jawa, Melayu, Bugis, Banjar, Batak, Dayak, Iban, Kadazan, Bawean, Sunda dsb, adalah bangsa yang pertama dan terhebat di muka bumi ini. Kesan peninggalan leluhur kita yang ada terdapat di muka bumi ini adalah tamadun Mohenja-Daro dan Harappa di Lembah Indus; Sumeria, Mesir, Pathia, Amerika Tengah dan Amerika Selatan. Itu sebabnya banjaran gunung tertinggi di dunia ini dinamakan "Himalaya" (mountain of the Malays). Tenggelamnya sebahagian daratan Alam Melayu ini disebabkan letusan Gunung Batara Guru (sekarang ini menjadi Tasik Toba dan puncak gunung tersebut menjadi Pulau Samosir). Kajian saya tentang Alam Melayu dan Orang Melayu menunjukkan bahawa leluhur kita telah wujud lebih 900,000 (sembilan ratus ribu) tahun dahulu. Keterangan ringkas, rujuk laman web saya: drilyasharunmalaysia.blogspot.com

Kita semua sebagai pewaris Melayu (kini berjumlah hampir 300 juta jiwa yang mendiami Indonesia, Malaysia, Brunai, Filipina, Selatan Thailand, Kampuchea, Vietnam, Laos, Sri Lanka dan Myanmar hendaklah kembali ke pangkal jalan untuk bersatu seperti di zaman leluhur kita dahulu. Kita lupakan fahaman kenegaraan, kenegerian, politik, sosial dan agama untuk bersama-sama mengembalikan KESAKTIAN MELAYU. Sesungguhnya Melayu itu Alam, Dunia Pemikiran Ketuhanan dan Budaya Yang Memerintah. Leluhur kita ada meninggalkan kitab berjumlah 173 buah yang dinamakan MALAIYANA MULAIYANAM (Ajaran Melayu Mula Ajaran).

dr ilyas harun mengatakan...

Manusia itu adalah alat penyataan Tuhan dalam diri manusia, tetapi manusia itu bukanlah Tuhan. Seperti bulb lampu sebagai alat untuk terang yang menangkap arus elektrik. Sebenarnya ajaran ini sudah lama diajarkan oleh leluhur kita, lebih 900,000 tahun dahulu, melalui 173 buah kitab yang dinamakan MALAIYANA MULAYANAM (Ajaran Melayu Mula Ajaran). Pada waktu itu semua orang Melayu (Malai) bersatu, sehinggakan banjaran gunung tertinggi di dunia dinamakan "Himalaya" (mountain of the Malays). Sebelum sebahagian dari daratan wilayah ini tenggelam ke dasar laut akibat letusan gunung Batara Guru (kini menjadi Tasik Toba dan puncaknya menjadi Pulau Samosir) tanahair orang Melayu dinamakan Sundaland (atau Mu, atau Lemuria, atau Atlatis, atau Kumari Kandam). Baca keterangan ringkas di laman web saya: drilyasharunmalaysia.blogspot.com

yudha ini mengatakan...

spt boneka jari sgl mahluk2 Tuhan itu dimainkan oleh jari2 tanganNya
Sang Pemain Boneka "bebas berkehendak" apa pun, namun ksemua boneka2 jari itu meski diberi ksempatan untuk berkehendak bebas pun, mungkin; tdk mungkin u/ bs setara dg Sang Pemain Bonka itu ;)
apakah kata "satu" bg boneka2 jari itu sma/plg tdk mndekati dg; hakekat "satu" yg dikehendaki Sang Pemain Boneka???

Anonim mengatakan...

mengapa tidak:)

mobilan koleksiku mengatakan...

Saya bingung dengan ayat yang menyatakan : "Allah tidak akan merubah nasib suatu kaum bila tidak berusaha sendiri", karena ada ayat lain yang menyatakan bahwa "takdir sudah dituliskan sejak awal sebelum terciptanya alam semesta". Tolong pencerahannya. karena ini seolah bertentangan bagi saya.

Erianto Rachman mengatakan...

Kalau anda percaya dengan God Theory, dan mencermatinya, maka takdir yg sudah ditentukan Tuhan sejak awal tidak lain adalah Tuhan itu sendiri. Pada akhirnya semua yang fana akan sirna kembali ke Zat Yang Maha Satu.
Sedangkan di dunia yagng fana ini, setiap manusia mampu merubah arah hidup. Karena manusia mampu. Karena manusia adalah manifestasi dari Tuhan.
Makanya saya katakan bahwa janganlah percaya pada doktrin agama begitu saja. Agama sudah banyak disesuaikan agar dapat dimengerti orang awam.
Kebenaran yang hakiki bukan berasal dari manusia lain, tapi dari Tuhan itu Sendiri.

abine athya mengatakan...

semoga bahasan ini dapat menjadi jalan yg menghantarkan kita kepada kebenaran dan membawa manfaat untuk kita semakin mendekatkan diri kepadaNYA dan membuktikan bahwa manusia adalah khalifah yang pantas untuk bumi ini,menepis keraguan para malaikat dan menumbangkan keangkuhan dari sang iblis..amiin

Tomi Hilmawan mengatakan...

Bro

sudah pernah baca buku ini

1. quantum ikhlas
2. Science and miracle of zona ikhlas

karangan Erbe Sentanu

kayaknya ini missing linknya

Salam

Tomi

Anonim mengatakan...

waw, senang sekali saya menemukan yang seperti ini, mungkin saya sekarang sedikit lebih mengerti mengapa kita ini hidup. hhheeeeeeee.

aku adalah tuhan, dan kalian juga semua adalah tuhan. :D :D

Anonim mengatakan...

Menurut saya, anda tidak bisa mengatakan bahwa kita adalah tuhan atau saya adalah tuhan. Dengan mengatakan seperti itu maka kita telah kafir. Tuhan adalah Maha Esa, independen. Bukan berarti karena kita ciptaan Tuhan atau menurut anda manifestasi Tuhan lalu kita menyatakan bahwa diri kita terdiri dari elemen atau unsur ke'tuhan'an, karena Tuhan(Allah SWT) adalah Dzat yang maha suci sedangkan manusia adalah berasal dari Dzat yang hina. Sebagai contoh sederhana: Manusia menciptakan mobil, mobil merupakan manifestasi dari keinginan manusia tetapi kita tidak bisa menyebut bahwa mobil adalah manusia atau bagian dari materi manusia..trims

Anonim mengatakan...

Kalau setiap orang meyakini bahwa dirinya adalah tuhan atau manifestasi tuhan maka setiap manusia akan melakukan semua keinginannya berdasarkan hawa nafsunya..yang ahli ibadah akan senantiasa mendekatkan diri kepada-Nya sementara orang yang menuhankan iblis atau ahli maksiat akan selalu bekubang dalam kemaksitan dan kesesatan karena merasa benar akan tindakannya yaitu cerminan dari kemauan atau keinginan tuhan..apa yang ada dalam diri kita bukanlah bagian dari tuhan tetapi hanyalah ciptaan-Nya..kita diberi hati nurani yang akan selalu mengatakan bahwa yang benar itu benar dan yang salah adalah salah, tetapi bukan berarti kita boleh mengatakan bahwa nurani itu kita sebut bagian dari diri tuhan itu sendiri..coba bayangkan bagaimana dengan (maaf)orang gila atau tidak waras,dimana nilai ketuhanan mereka..?
istighfar lah memohon ampun kepada Allah SWT..

Erianto Rachman mengatakan...

Terima kasih atas komentar anda. Saya selalu menghargai semua orang yang telah membaca blog saya.
Saya tidak menyalahkan pendapat anda meskipun kalau boleh saya menganggapinya kembali; Keimanan saya terhadap Sang Pencipta tidak cukup saya dapatkan dari doktrin agama. Menurut saya, agama adalah "organized faith". Sumber kebenaran yang Hakiki haruslah langsung dari Tuhan. Dan saya tidak perlu merasa bersalah dengan berpendirian seperti ini.

Satu-satunya perasaan bersalah saya dan membuat saya beristighfar sungguh-sungguh kepada Tuhan adalah saya merasa belum berbuat banyak untuk sesama manusia dan alam ini.

Kembali pada topik tulisan saya di atas. Saya mengulas isi buku "The God Theory". Sebagian isinya sangat pantas untuk mendapat perhatian serius dan membuat kita berpikir.

Di lain sisi, science juga telah sangat jauh dalam pencapaiannya dan seakan-akan berada di tapal batas realita yang hakiki. Kita tidak bisa mengesampingkan temuan-temuan menakjubkan yang juga membuat kita berpikir dan terperangah akan bagaimana sesungguhnya alam ini bekerja. Ini merupakan bukti symphony gegap gempita tarian kosmos - yang teratur dan patuh pada SATU hukum yang baku. Di sana kita temukan Keagungan, Kemegahan Keindahan, Keharmonisan apa yang kita sebut sebagai sebuah Maha Karya.

Kemudian semua itu kembali pada 'manusia'. Karena manusia ada untuk mempertanyakan persoalan itu.

Anonim mengatakan...

Tanggapan:
Jika anda seorang muslim beriman maka keimanan anda(maaf)boleh dipertanyakan, sebab anda mengatakan bahwa" Keimanan saya terhadap Sang Pencipta tidak cukup saya dapatkan dari doktrin agama", padahal agama Islam yang di bawa Rasulullah Muhammad SAW adalah agama yang sempurna(QS. Al-Maaidah:3)tidak ada satupun kekurangan/keraguan didalamnya. Semua sudah tertuang dalam Al-Qur'an, sumber kebenaran yang hakiki karena datangnya langsung dari Allah SWT tinggal bagaimana kita bersungguh2 mengkaji isi dan maknanya.
'God Theory' yang menjadi referensi anda berasal dari penulis atau ilmuwan barat. Waktu telah membuktikan bahwa science yang berasal dari ilmuwan barat (misal Teori Darwin) tidak berhasil membuktikan bahwa manusia berasal dari ras kera. Bagaimana mungkin jaringan tubuh manusia yang rumit ini berevolusi dengan sendirinya seiring berjalannya waktu, itu semua hanya HOAX yang sengaja diciptakan orang2 kafir untuk menjauhkan umat manusia kepada kekufuran (baca: buku2 karya Harun Yahya),bukankah orang kafir tidak senang kepada kaum muslimin hingga kita mengikuti ajaran/ideologi mereka..God Theory yang anda paparkan menurut saya hanyalah sebuah usaha untuk mendefinisikan/membayangkan/pencarian wujud Tuhan(statemen:kita adalah tuhan), sedangkan kita tidaklah mungkin bisa mencapai itu. Bukankah pernah anda ulas bahwa makhluk penghuni suatu langit tidak mungkin bisa melihat makhluk penghuni langit diatasnya tanpa mengubah wujud materinya. sedangkan langit sendiri adalah makhluk ciptaan-Nya. Dan suatu benda ciptaan tidaklah harus mengambil/berasal dari bagian diri(materi) penciptanya.
Lalu menurut saya Science juga belum mencapai puncak pencapaiannya berada di tapal batas realita yang hakiki karena pembuktian secara ilmiah yang dilakukan ilmuwan2 barat baru terjadi di abad-abad terakhir sedangkan A-Qur'an telah menceritakan berbagai kejadian alam luar biasa beribu tahun yang lalu dan belum semuanya berhasil di pecahkan secara ilmiah.
Kalau anda berpikir bahwa sciense/teknologi seakan-akan sudah mencapai puncak dan tapal batas itu semata hanya membuktikan kemampuan manusia yang terbatas( ruang dan waktu) sedangkan ilmu pengetahuan Allah SWT adalah jika seluruh isi alam semesta,bumi dan lautan dijadikan tinta untuk menuliskannya maka tidak akan pernah cukup.
maaf klo terlalu panjang..

mobilan koleksiku mengatakan...

Haloo teman2, berikut saya temukan link yang mengulas tentang Tuhan dari pemikiran pendekatan yang lain.

http://www.faktailmiah.com/2012/02/24/tuhan-dan-sains-modern-part-4-argumen-kosmologis.html

Erianto Rachman mengatakan...

Kalau iman anda kuat, maka seharusnya tidak perlu merasa terusik atau khawatir bahwa apa yang anda yakini dapat goyah karena segelintir orang seperti saya membahasnya.

Prinsip inilah yang saya pakai. Bagi sebagian (segelintir) orang seperti saya, merasa perlu mempertanyakan hal-hal mengenai Ketuhanan. Apakah kemudian saya menjadi kafir? :-)

Science itu juga hukum yang berasal dari SATU sumber. Anda membaca kitab suci (saya pun begitu) dan saya membaca kitab lainnya juga yaitu "alam" itu sendiri.

Sekeping mata uang, memiliki dua sisi. Anda berada di sisi yang satu. Tapi anda harus mengakui bahwa ada sisi lainnya. Salahkah saya bila mengkaji keduanya?

Di tahun 1998, Saya melakukan banyak interview kepada pendidik agama (dosen, uztad agama Islam). Pertanyaan yang ingin saya dapatkan jawabannya adalah satu hal; "Mengapa alam semesta ini begitu luasnya? untuk apa?"

Dari sekian banyak merespon, "Itulah Kekuasan Allah". Bagi saya itu adalah jawaban satu sisi mata uang. Itu tidak menjawab pertanyaan saya. "Lalu mengapa harus begitu luasnya?"

Jawaban lainnya, "Agar manusia melihat betapa Maha Besarnya Allah SWT." Sekali lagi saya masih mempertanyakan pertanyaan yang sama, "Mengapa harus seluas ini?"

Barulah dari sekian orang, hanya ada satu orang yang membuat saya terperangah dan terus memikirkannya dan menjadi motivasi saya untuk lebih memupuk keyakinan saya dan Keimanan saya kepada Allah yang MAHA BESAR itu melalui Science.

Sekeping mata uang itu bersumbar dari ZAT yang MAHA SATU. Mereka yang disisi sebelah lainnya belum tentu KAFIR dalam definisi yang obyektif.

Bila anda mengatakan bahwa orang selain Islam adalah Kafir, maka anda tidak mungkin bisa melihat alam ini secara keseluruhan. Dan Anda merasa terusik bila ada orang (saya) yang mempertanyakan/membahas ciptaan Allah secara keseluruhan. dari string terkecil hingga bintang terjauh.

Saya akan meminum setitik tinta dari lautan luas di hadapan saya daripada tidak saya minum sama sekali.

Seorang menjawab, "Anda tidak perlu mencari sejauh itu. Semuanya ada di Alquran." Lalu saya kembali bertanya padanya, "Tunjukkan saya dan jelaskan dalam bahasa science."
Ia membalas, "Mohon ampunlah kamu karena meragukan Firman Allah."

Salahkah saya bila saya bisa membuktikan secara logika bahwa semua firman Tuhan itu BENAR secara alamiah? Lalu mengapa saya diminta memohon ampun?

Sekali lagi, Saya dan anda adalah sejaan. Anda boleh mengatakan bahwa saya membuang-buang waktu mencari sesuatu yang terlalu jauh padahal jawabannya sudah ada di dalam Alquran. Yah. saya pun tidak mengelak bila anda mengatakan itu. Saya memang ingin tau. Bagaimana Matematika mampu menjamahnya.

Saya katakan bahwa Science telah dalam pencapaiannya yang tertinggi ini benar sekali. Karena science sudah dihadapkan pada teori yang dianggap benar tapi TIDAK bisa DIBUKTIKAN secara eksperimen dan observasi.

Science sudah mengetuk suatu pintu keyakinan. Yang ada hanya FAITH. Ini malapetakan bagi science. Bagaimana suatu komunitas ilmiah - para ilmuwan dihadapkan dengan teori yang hanya bisa DIYAKINI, tanpa pembuktian melalui eksperimen?

Bagi saya di sinilah dimana mereka juga harus melihat sisi mata uang lainnya bahwa mereka harus mencari petunjuk di Kitab suci.
---Bersambung di bawah…

Erianto Rachman mengatakan...

Jadi anda tidak perlu khawatir. Tuhan hanya satu. Dan ia mengizinkan manusia untuk menjelajahi alam ini hingga menemukan jawaban yang nantinya akan bertemu di satu titik; yaitu TUHAN itu sendiri.

Lalu apa jawaban sang Uztad terhadap pertanayan saya yang hingga kini membuatnya sangat terhormat di mata saya?

Ia menjawab, "Allah menciptakan alam yang begitu luasnya ini sebagai antisipasi kemampuan ciptaanNya."

Allah SWT yang MAHA SATU, MAHA BESAR, MAHA KUASA, PENGASIH dan PENYAYANG menciptakan manusia, dan manusia bertanya untuk apa kami diciptakan. Dan Ia tau bahwa manusia akan terus menjelajahi alam ini tanpa bisa dibendung selain oleh Tuhan sendiri.

String/M-Theory dengan 11 dimensi raung-waktunya membuka mata banyak orang betapa anehnya alam semesta ini. Alam semesta berlapis, Big Bang yang tidak lagi mejadi sebuah momen penting - momen penciptaan. ALam semesta tanpa awal dan tanpa akhir. Mengapa kok begini? Gereja Vatikan menentang alam tanpa pentiptaan. Tapi science mengatakan lain. Lalu apakah ini tidak membuat kita menjadi bertambah penasaran?

Saya termasuk orang yang sangat bersemangat bagaimana bisa ada penciptaan tanpa moment penciptaan di waktu lalu?

Mungkin kita harus mecari tau definisi "Waktu" itu sendiri. Adalah di Alquran? ADA!
Silahkan anda baca tulisan saya berjudul, "The Grand Design".

Apakah anda membenci Hawking? Saya justru berterima kasih padanya karena mendekatkan kita ke suatu kebenaran yang hakiki.
:-)

Salam dari saya.
Erianto

Erianto Rachman mengatakan...

Dan mengenai God Theory, seperti teori-teori lainnya. Jika teori itu salah, apakah kita akan mengatakan bahwa, "usaha yang sia-sia, seandainya mereka beriman pada Alquran, mereka akan tau kebenaran sejak dini dan tidak membuang waktu percuma."
Jika M-Theory pun terbukti salah, maka itupun tidak menjadi problem besar. Proses yang ditempuh selama inilah adalah ciri khas dari manusia. Kita memang diciptakan seperti ini, selalu bertanya dan berteori kemudian teori itu diuji dan dijatuhkan dengan pemahaman yang lebih baru dan dewasa.
Sampai kapan? selama manusia ada.

Di komunitas Islam pun mereka giat melakukan pengkajian akan Ketuhanan dan penciptaan. Dalam Islam Sufi dikatakan Allah menciptakan alam, yang diciptakanNya pertama kali adalah "Nur Muhammad".
Pernyataan ini sama dengan yang ada di agama lain.

Tidakkah ini menarik bagi anda? Jika tidak menarik bagi anda, ya tidak apa-apa. Tapi anda harus mengakui bahwa hal semacam ini sangat menarik bagi yang lain. Ini adalah misteri Illahi yang harus mendapatkan perhatian. Manusia akan terus bertanya. Apakah jawabannya akan dapat dibuktikan, tidak menjadi soal besar.

Yang pasti. bagi saya, jika kita bisa menjelaskan kebenaran dengan bahasa science, itu akan lebih baik dari pada hanya mengatakan, "ya itulah yang benar, kau harus mengimaninya secara mutlak tanpa syarat."

Salam,
Erianto

Anonim mengatakan...

Kalimat "saya adalah Tuhan dan anda semua adalah Tuhan".

ini adalah suatu halusinasi bahasa.
Bila di baca oleh org awam tanpa menggunakan kebijakan,maka org awam trsebut dpt terjerumus kepada kemusyrikan. . .

Saya selaku ssorang yg baru berkunjung,mohon kepada anda dalam kalimat "saya adalah Tuhan dan anda semua adalah Tuhan" untuk menggunakan susunan bahasa yg lebih mudah di cerna untuk org awam agar tdk terjadi kesalahpahaman. . .


Sallam

Erianto Rachman mengatakan...

Terima kasih atas kunjungan anda dan sudah membaca blog saya. Saya juga sangat menghargai pendapat dan saran yang anda ajukan.

Namun sebelumnya saya mohon maaf, karena saya tidak berniat merubah kalimat di dalam blog ini, hingga saya merasa perlu dengan alasan yang saya anggap tepat. Blog ini mungkin memang selalu akan tidak tepat di hati para pembaca "awam".

iful mengatakan...

Selalu menarik mengikuti diskusi antara sudut pandang agama dan sains mengenai alam semesta dan Tuhan.
Namun diskusi tersebut sulit untuk mencapai titik temu, karena metode agama dan sains saling bertolak belakang.

Agama: dimulai dengan keyakinan mutlak terhadap kitab-kitab suci dan tidak ada ruang untuk mempertanyakan isinya, apalagi mengkritisi dan revisi. Sains: tidak dimulai dari keyakinan, tapi dimulai dari keragu-raguan kemudian membangkitkan rasa ingin tahu yang besar dan mendorong melakukan riset ilmiah agar mendapatkan jawaban. Seperti telah disebut oleh Eri, jawaban (teori) sains tersebut tidaklah mutlak, karena akan ada revisi dan koreksi berdasarkan perkembangan sains dan temuan-temuan baru. Jarang rumusan/teori sains yang melompat atau keluar begitu saja dari seorang ilmuan tetapi teori yang ada sekarang adalah evolusi, revisi/koreksi dan riset ulang dari teori2 ilmiah sebelumnya.

Ketika sains belum berkembang seperti sa'at ini, Agama sebagai institusi, mempersonifikasi sifat-sifat Tuhan (penyayang, pemberi rezki, pengampun hingga pemarah) agar mudah dipahami oleh umatnya. Nah, selanjutnya sains telah banyak menguak fenomena alam ini menjadi lebih detil, sangat luas dan mulai tidak "match" lagi dengan isi tulisan kitab suci. Plus, artikulasi yang dipakai kitab suci ditujukan bagi orang-orang dulu (ketika sains belum semaju sekarang, dimana Bumi pun masih dianggap datar pula oleh kebanyakan orang2 dulu).

Agama menginginkan kepatuhan umat kepada Tuhan yang telah tersurat di kitab suci dengan ancaman (dosa & neraka) dan imbalan (pahala & surga). Sains menguak fenomena alam dengan ilmiah dan telah memberikan kenyamanan kehidupan manusia dengan temuan2 teknologi(sains terapan). Sains akan menjadi perkakas "problem solving' terhadap kemalangan (baik bencana alam atau human error sendiri).

Nah, jadi mau lihat 'Tuhan' dari sisi mana?
salam

Erianto Rachman mengatakan...

Terima Kasih, bung Iful.
Manusia seperti saya adalah salah satu dari sekian banyak yang merasa penasaran dan selalu bertanya, dan selalu mencari jawaban.
Semoga kita menjadi manusia yang sadar akan kebenaran yang hakiki. yaitu Tuhan itu sendiri.

Kurniawan mengatakan...

Apakah 20 konstanta tsb ?

Kalau seluruh alam semesta ini adalah manifestasi dari Zat-Nya, apakah zatnya mengalami pengurangan ?

Kurniawan mengatakan...

Saya kutip dari artikel diatas,
Photon ber-massa NOL. Sangat mungkin sekali bahwa photon juga termasuk partikel dengan string tertutup dan tidak memiliki ikatan dengan ZPF.

Bukankah photon string yg terbuka ? walaupun bermassa nol cahaya tidak bisa menembus membrane, karena cahaya membelokkan sinarnya ketika melewati ruang yg bergravitasi, atau dg kata lainnya cahaya mengikuti arah ruang yg melengkung.
Bukankah bapak mengatakan bahwa graviton adalah satu2nya string yg tertutup.
Mungkin bisa bapak jelaskan masalah ini, terima kasih.

Kurniawan mengatakan...

Apakah 2-brane, 3-brane, 4-brane, 5-brane sampai 10-brane termasuk ZPF (Zero Point Field) ?

Apakah 0-brane dan 1-brane bukan termasuk ZPF ?

Erianto Rachman mengatakan...

@Kurniawan;

Pertanyaan yang saya senangi. Photon apakah string terbuka atau sring tertutup? Seharusnya string terbuka.
Terima kasih atas kejeliannya.

Kurniawan mengatakan...

Tp kenapa ya photon yg bermassa nol bisa terikat sama membrane ?

Oh iya pak pertanyaan saya yg lainnya juga tolong dong pak, biar ada pencerahan.
Terima kasih...

Erianto Rachman mengatakan...

@kurniawan;
Photon tidak 'bermassa-diam'
Photon string terbuka yang tidak bermassa-diam.

Yang ZPF menurut saya adalah 0-brane.

Kurniawan mengatakan...

Jika ada makhluk yg eksis diatas dimensi 3, makhluk apakah itu ? Makhluk apa yg eksis didimensi 4, dimensi 5, dimensi 6 dst sampai dimensi 10 ?
Jika ada makhluk yg eksis didimensi 10 berarti dia pasti bisa berada didimensi dibawahnya, berarti makhluk tsb tercipta dari graviton ? karena dia bisa menembus dimensi.
Bagaimana dengan malaikat pak, menurut kitab suci malaikat tercipta dari cahaya, kita tau bahwa cahaya adalah photon, kita tau malaikat bisa menembus dimensi, sementara photon adalah string yg terbuka, artinya tidak bisa menembus dimensi lain.
Bisa bapak jelaskan fenomena ini ?
Terima Kasih

Kurniawan mengatakan...

Benarkah jika ada makhluk yg eksis di dimensi 10 dia juga bisa berada di dimensi dibawahnya ?
Jika bisa dari apakah makhluk tsb tercipta ?
-----------------------------------
Menurut kitab suci malaikat tercipta dari cahaya, malaikat berada didimensi yg lebih tinggi, partikel cahaya adalah photon, sementara photon adalah string yg terbuka. Kalau malaikat bisa eksis didimensi yg tinggi dia juga eksis di dimensi yg rendah, benarkah demikian ? kalau benar kenapa bisa seperti itu sementara photon adalah string yg terbuka yg tidak bisa tembus ke dimensi lain.
Terima Kasih

Kurniawan mengatakan...

Maka Tuhan me-manifestasi-kan Zat-Nya menjadi ciptaan-Nya. Sehingga, semua yang diciptakan Tuhan adalah berasal dari Zat-Nya.
Apa pengertian zat ?
elektron, photon dan partikel-partikel lain bisakah disebut dengan zat ?

Kurniawan mengatakan...

setiap partikel ada antinya, contoh elektron antinya adalah anti-elektron atau positron, begitu juga quark ada juga anti-quark.
Tapi saya tak pernah mendengar ada anti-photon. Bagaimana menurut bapak ?

Erianto Rachman mengatakan...

@kurniawan:
Saya pakai istilah "Zat" karena tidak ada kata yang lebih cocok untuk mneyebutkan sebuah atau sebentuk, atau sewujud sesuatu yang tidak bisa dijelaskan oleh apa pun.

Partikel materi memiliki anti-materi.
Photon sedikit special. menurut Quantum Theory, photon tidak bermuatan sehingga ia tidak memiliki anti-nya tapi kadang ia bermuatan sehingga bisa memiliki anti-nya.
Well, anda musti baca bukunya.
:-)

Kurniawan mengatakan...

Adakah string pada dimensi 4 dan dimensi diatasnya ?
kalau tidak ada seperti apakah partikel pada dimensi 4 dan dimensi diatasnya ?

Erianto Rachman mengatakan...

Menurut saya, ada.

Kurniawan mengatakan...

Kalau ada stringnya pasti berbeda sama yg di dimensi 3 ?
Karena string yg ada di dimensi 3 tidak bisa menembus masuk ke dimensi 4. Tetapi string yg di dimensi 4 bisa masuk ke dimensi 3, benarkah ?

Kurniawan mengatakan...

Kalau photon tidak ada antinya, dan photon dapat meluruh menjadi partikel lain, jangan-jangan photon juga bisa meluruh menjadi graviton. Saya pernah membaca bahwa string yg open loop bisa menjadi closed loop, begitu juga sebaliknya yg closed loop bisa menjadi open loop.
Bisa jadi photon adalah partikel awal. Karena partikel lain terbentuk dari peluruhan photon.
Bisa jadi juga kalau photon dan medan higgs sesuatu yang sama. Bagaimana menurut Anda pak ?

Erianto Rachman mengatakan...

@Kurniawan:
Photon adalah partikel fundamental. tidak dapat dibagi lagi. hence, tidka dapat meluruh.
Sring bisa putus dan nyambung adalah konsep dari teori string klasik sebelum digabungkan ke dalam M-Theory.

mobilan koleksiku mengatakan...

Pak Erianto Rachman, Bagaimana dengan Pertanyaan Kurniawan mengenai Malaikat yg terbuat dari photon tapi bisa keluar masuk dari brane ke brane ? Bukankah photon string terbuka yang mestinya terikat oleh suatu brane ?

Erianto Rachman mengatakan...

Menurut Sufi, semua alam ini, semua ciptaan Allah adalah dari Cahaya.
Sugguh saya mempertanyakaan hakikat dari "Cahaya" tersebut. Saya hanya bisa menduga bahwa cahaya yang dimaksud bukanlah photon.
Tidak ada kata yang tepat dalam bahasa manusia di bumi untuk menyebutkan/menamai zat yang dipilih oleh Allah untuk menciptakan alam ini. Hanya disebutkan dengan Cahaya, atau Nur.
Dan tentunya zat itupun merupakan manifestasi dari Nya.

mobilan koleksiku mengatakan...

String itu kan fundamental dari semuanya, maka dia ada di dimensi manapun. Saya pikir string itu sama di semua dimensi. Gak ada bedanya antra string di masing-masing dimensi.

mobilan koleksiku mengatakan...

Saya juga tidak bisa membayangkan mahluk seperti apa yang ada di dimensi lebih tingg, saya kira kita semua gak bisa membayangkannya. Makhluk dari dimensi yg lebih tinggi bila muncul di dimensi yang lebih rendah, sebenarnya hanya proyeksinya saja. Seperti bayangan kita yg didimensi 3 jatuh di dinding yang berdimensi 2. Oleh karena itu mahkluk spt jin yg berasal dari dimensi lebih tinggi dapat muncul bayangannya di dimensi kita dg berbagai bentuk yg dia mau (pocong, leak dsb).

Erianto Rachman mengatakan...

Saya juga sependapat. jika makhluk dari dimensi lebih tinggi misal 4-brane, pindah ke 3-brane, maka yang hanya bisa dilihat oleh kita yang tinggal di 3-brane hanyalah 3 dimensi ruang dari makhluk itu. karena dimensi ke-4 nya tidak bisa eksis di alam 3-brane ini.

mobilan koleksiku mengatakan...

Pak erianto, kira2 bisa gak kita bilang begini untuk malaikat yang terbuat dari foton. Seandainya memang makhluk dimensi lebih tinggi hanya bisa menunjukkan sisi yg bersesuaian dg dimensi yg lebih rendah untuk diperlihatkan, berarti ya memang demikian mekanismenya. Oleh karena itu pasti malaikat adalah mahluk yg berasal dari dimensi tertinggi, yaitu dimensi 10 langit ke tujuh. Dan berarti saya pikir photon di masing2 dimensi juga berbeda-beda, artinya semua benda berbeda sesuai dimensinya.

Erianto Rachman mengatakan...

M-Theory menegaskan bahwa string terbuka tidak bisa keluar membrane. Jadi, saya tidak mengerti bagaimana makhluk dari membrane lain bisa masuk ke membrane kita jika ia bukan terentuk dari partikel string tertutup.

Pendekatan lain adalah, bahwa ada partikel lain selain graviton yang ber-string tertutup, yang belum kita ketahui. Dan dari "ini" lah makhluk-makhluk itu tercipta.

Pendekatan lain ya seperti anda bilang, bahwa partikel yang sama akan behave berbeda di membane yang berdimensi lebih tinggi.
Namun, kita hanya bisa menduga.

Kurniawan mengatakan...

Seandainya ada makhluk tercipta dari string tertutup berarti makhluk tsb bebas keluar masuk dimensi manapun.
Sedangkan menurut teorinya makhluk yg ada di dimensi 4 tidak bisa masuk ke dimensi 5, tetap bisa masuk di dimensi 3.
Bagaimana menurut anda Pak ?
--------------------------------
Apakah kecepatan gerak string tertutup itu sama dengan kecepatan cahaya ?
-------------------------------
Jadi energi nuklir itu terjadi karena berpisahnya proton dan neutron ya pak ? sehingga proton dan neutron bergerak dg kecepatan cahaya.

Kurniawan mengatakan...

Bagaimana menurut analisa anda, Tuhan merubah Zat-Nya menjadi string2 dan brane2 yg eksis di dimensi ruang dan waktu ?
-------------------------------------
Zat-Nya yg eksis di dimensi tanpa ruang dan waktu kemudian dirubah menjadi string2 yg eksis di dimensi ruang dan waktu ?
------------------------------------
Membrane-membrane yg besar tsb tercipta dari apa ?

mobilan koleksiku mengatakan...

@Kurniawan :

Iya kalau ada makhluk yg terbuat dari string tertutup bisa bebas keluar masuk dimensi manapun. Namun menurut saya kebanyakan makhluk terbuat dari string terbuka, seperti kita manusia. Juga tidak bisa masuk ke dimensi yang lebih rendah melainkan hanya proyeksinya saja. Artinya tidak bisa berinteraksi fisik dengan makhluk yang ada di dimensi lebih rendah. Oleh karena itu gak usah takut, makhluk halus gak akan bisa melukai kita secara langsung.

Apakah String itu harus selalu bergerak ? Tidak kan !? Apa yang membuatnya bergerak melaju ? bisa jadi karena frekwensi getarannya yang tertentu dan entah apa lagi, Tergantung parameter lainnya yang saya juga gak tahu. Yang jelas String adalah fundamental pembentuk segalanya.

Energi Nuklir terjadi karena pecahnya inti Atom menjadi beberapa Inti Atom yang lebih kecil dimana total massa pecahannya lebih kecil dibanding Massa Awal Inti Atom sebelum pecah. Selisih Masanya di konversi menjadi energy sesuai rumus E=MC^2. akan halnya Proton dan Netron yang mungkin ada terlepas tidak membentuk inti Atom lagi, maka akan terhambur dengan energy kinetik, mengenai kecepatan terhamburnya, pasti tidak sama dengan kecepatan cahaya. Ada juga Radiasi electromagnetic yang keluar dari proses fisi nuklir, nah yang ini pasti sama dg kecepatan cahaya.

Saya kira sudah jelas penjelasan dari pak erianto, bahwa String memerlukan medium untuk bergetar yg secara teori disebut sebagai zero brane. Dimana zero brane ini adalah titik singularitas yang tidak memerlukan dimensi dan waktu untuk eksis. Medium inilah yang dianalogikan sebagai TUHAN oleh pak Erianto. Apakah string itu lahir dari Zero brane ? Saya juga belum tahu (bagaimana pak eri ? dari mana string berasal ? ).

Brane adalah string yang di tarik sesuai dimensinya, Saya juga sulit membayangkan string yang fundamental sangat kecil tetapi bisa menjadi batas brane yang besar. Gimana pak Eri bisa kasih contoh perumpamaan agar kita bisa lebih paham.

Kurniawan mengatakan...

@Mobilan Koleksiku

Wah terima kasih atas jawabannya, ada pencerahan

Malaikat bisa berkomunikasi dg manusia terutama pada zaman nabi bisa kita ada dalam kitab suci.
Malaikat berada pada dimensi yg lebih tinggi. Mungkin saja itu hanyalah bayangan malaikat saja.
Malaikat bisa melihat manusia tetapi malaikat tidak bisa masuk ke dimensi manusia, benarkah demikian ? jadi yg masuk itu bayangannya saja.
Tp ngomong2 apakah kita bisa melihat dimensi 2 ? Dimanakah dia dan sebesar apa dia ?
-------------------------------
String itu adalah manifestasi dari Zat-Nya Tuhan, jangan-jangan string itu adalah zero brane yg bergetar. Benarkah seperti itu Pak ?

mobilan koleksiku mengatakan...

Dimensi dua yang kita kenal adalah gambar dan tulisan. Dimensi 2 yg bergerak adalah layar televisi. Gak ada makhluk hidup di dimensi 2.

String adalah brane dimensi 1 (brane-1). Baca braneworlds.

Kurniawan mengatakan...

Saya kutip komentar bpk
Saya termasuk orang yang sangat bersemangat bagaimana bisa ada penciptaan tanpa moment penciptaan di waktu lalu?
Jadi apakah menurut Anda alam semesta ini tanpa awal dan tanpa akhir ?
Kalau menurut saya yg tidak kekal pasti ada awal dan ada akhir.
Hanya yg kekal saja tiada awal dan tiada akhir.
Bisa Pak jelaskan masalah ini ?

Erianto Rachman mengatakan...

@Mobilan Koleksiku:

Terima kasih atas penjelasannya mengenai reaksi fisi.

Menurut yang ada di dalam bukunya Brian Greene, membrane terbentuk dari string berdimensi lebih dari satu dan berenergi sangat besar. Oleh karena ia memiliki dimensi lebih dari satu, maka namanya bukan string lagi, melainkan membrane.
Teori String sekarang sudah tidak lagi bisa disebut sebagai string karena juga ada membrane, maka dinamakan M-Theory, yang melibatkan string dan membrane (atau brane).

Kemudian, orang berpikir, jika string itu bergetar, maka ia membutuhkan ruang. Maka string bukanlah bahan dasar pembentuk ruang-waktu.
Bahan dasar pembentuk ruang waktu tidak boleh bergantung pada ruang-waktu. maka ia haruslan berdimensi 0. maka diteorikan adanya Zero-Brane.

0-Brane tidak bergetar.
@Kurniawan: perhatikan baik-baik; 0-Brane TIDAK bergetar. sekiranya bisa dibaca lagi tulisan saya di Braneworld.

Benar, @Mobilan Koleksiku, Zero-Brane inilah "MEDIUM".

Bagaiman string tercipta? Tidak ada yang tau. kita tidak bisa menemukan jawabannya di Fisika.
Menurut ajaran Sufi, yang pertama kali diciptakan oleh Allah sebelum menciptakan yang lainnya, adalah cahaya, atau Nur. Dari situlah kemudian diciptakan yang lain-lainnya.
Bagaimana tepatnya terjadinya? tidak ada yang tau.

@Kurniawan:
Renungkan sekali lagi konsep Tuhan sebagai Medium. Baca juga tulisan saya "Cosmic Religion".
Apakah medium itu berawal dan berakhir? tentu Tidak!
Tetapi apakah alam hasil manifestasinya Itu berawal dan berakhir? Jawabannya; Iya.

Masih bingung?
Coba bayangkan and a adalah seorang programmer game komputer (baca tuisan saya "The Property of Things"), anda menciptakan game simulator, misal The Sims. (tau game "the Sims" kan?).
Game ini anda buat di RAM komputer. Setelah selesai Game pun berjalan.
Namun kalau anda memutuskan aliran listrik ke komputer, maka game pun sirna.

Apakah Game punya awal dan akhir? YA! sejak anda membuatnya dan mematikannya.
Apakah ANDA berawal dan berakhir? TIDAK!

Oleh karena Tuhan bermanifestasi di dalam DiriNya sendiri, seluruh alam ini, maka ketika Ia memutuskan behenti, maka alam ini pun sirna, atau berakhir.
Namun Medium itu sendiri KEKAL.

Begitulah apa yang saya yakini.

mobilan koleksiku mengatakan...

@Kurniawan :
Alam Semesta tidak berawal dan berakhir. Baca Tulisan Pak Erianto "The Grand Design". Baca Juga tanggapan saya atas komentar anda di "cosmic Religion". Sebagai tambahan bahan pemikiran anda, coba baca link ini http://www.faktailmiah.com/2012/02/24/tuhan-dan-sains-modern-part-4-argumen-kosmologis.html

Kurniawan mengatakan...

@mobilan koleksiku

Alam semesta tidak berawal dan tidak berakhir ?
Kita tahu bahwa alam semesta adalah manifestasi dari Zat-Nya Tuhan.

Kurniawan mengatakan...

Kita ketahui bahwa 3-brane sebesar alam semesta, bagaimana dg 2-brane ? Kalau saya membayangkannya 2-brane itu lebih kecil dari atom.

Kurniawan mengatakan...

Kalau graviton dapat menembus brane-brane, lalu apa medium dari graviton ini ? bagaimana Tuhan mengendalikan graviton ?

Anonim mengatakan...

Kenapa beranggapan bahwa alam diciptakan untuk manusia? Kenapa beranggapan bahwa the stage was set for us(human)?
Bagaimana jika manusia(kehidupan) ada karena kondisi alam sedang mendukung untuk manusia itu ada?
Universe berevolusi dalam skala rentang waktu yang sangat besar, sehingga kita tidak tahu apakah kondisi universe ini selalu seperti sekarang.
Universe selalu berubah,contoh kecil saja, bumi selalu berubah, suatu saat kondisi bumi pasti tidak dapat mendukung kehidupan.
Disisi lain universe, akan ada sebuah kondisi seperti bumi yang bisa mendukung kehidupan.
Jadi menurut pemikiran saya, universe tidak diciptakan untuk manusia, tapi kehidupan yang muncul karena kondisi yang mendukung.
Kemudian yang menjadi pertanyaan, darimana manusia muncul? Jika menurut kitab suci saya, awal mula dari munculnya manusia adalah tidak dapat diketahui,yang lebih penting adalah kemana kita akan pergi.

Erianto Rachman mengatakan...

Halo,
Maaf saya tidak segera menjawab posting-an anda.
Terus terang saya tidak bisa memberikan jawaban singkat atas persoalan yang anda sampaikan.
Akan tetapi jika anda mengikuti terus tulisan-tulisan saya setelah artikel ini, maka saya harap anda bisa mulai menangkap kira-kira ke arah mana saya mengarahkan wacana mengenai alam, manusia, dan Tuhan ini.
Dari itu semua anda bisa menyimpulkan sendiri.
Bukan maksud saya membuat anda bingung dan tidak mau menjawab. Pertanyaan anda sangatlah penting dan menjadi inti dari wacana yang saya angkat. Jawabannyapun tidak cukup dengan kalimat singkat.
Semoga setelah membaca semua, membawa manfaat bagi kita.

AHMAD MUHAMMAD mengatakan...

Assalamu'alaikum wr.wb.
Pada awalnya seblm ada sesuatu yg ADA hanya
Dzatullah Dzatul Qudus Allahuta'ala yg maha
suci,maha TERPUJI,maha Agung,maha Kuasa,maha
berKehendak,dan maha segala-galanya yg berarti
TUHAN pemimpin/raja seru sekalian alam.
kemudian Dzatullah dzatul Qudus Allah swt
menciptakan MAKHLUK yg pertama/awal adalah
NUR/cahaya yaitu NUR MUKHAMMAD/CAHAYA YG
TERPUJI karena berasal dari Dzat yg maha Terpuji.
(Allah swt dlm kalamNya "MINNUURI"/DARI
CAHAYAKU(Nur Muhammad itu berasal...dan
sekaligus dr CAHAYA TERPUJI/NUR MUKHAMMAD
inilah ALLAH SWT Menjadikan/menciptakan alam
jagad raya beserta isi2nya berasal.
Jadi awalnya makhluk adalah NUR/CAHAYA(NUR
MUKHAMMAD).sedangkan Dzat Khayyun itu Dirinya
Allah swt(Dzat yg punya sifat hidup
menghidupkan).jadi Dzat itu pohonya khayyun,dan
khayyun selalu nempel ke Dzat(khayyun itu
penerangan dirinya Dzatullah/Pribadi Allahuta'ala).
ASAL MUASAL KEJADIAN INSAN :
Dzatun Khayyun,Nurun,Sirrun,Rukhun,Na
fsun,Qolbun,Jasadun Semua itu disebut
MUKHAMMADUN(insan/manusia).
Mim = kepalanya manusia
Kha = Dada manusia
Mim = Perut manusia
Dal = Kaki manusia. Jadi MUKHAMMAD itu adalah
bentuk/wujud rupa manusia(jasadiah/tubuh).
Qoolallahuta'aala : KholaQtu ADAMU 'alaa shuuroti
MUKHAMMADIN wa kholaQtul insaanu 'alaa
shuuroti arrohmaanul insaanu sirri wa anaa
sirruhu.
Dzatnya Allah swt(pribadi Allah) memberi
kekuasaan kpd hidupnya sendiri untuk
menghidupkan :
* Dzat khayyun yg bersifat hidup itu menghidupkan
keadaan NURUN/CAHAYA.
- NUR/CAHAYA hidup itu menjalar di kedua MATA
manusia sehingga tingkah lakunya manusia itu
bisa melihat(yaitu penglihatanya Dzat Allah melalui
matanya manusia,oleh sebab itu Seluruh apa yg
manusia lihat baik/buruk PASTI diketahui oleh
ALLAH SWT).jd mata manusia yg buta berarti
hidupnya Nur/cahaya di tarik kembali(Dzat khayyun
tdk menghidupkan Nur/cahaya).
* Dzat khayyun yg bersifat hidup itu menghidupkan
SIRRUN/RASA.
- SIRR/RASA hidup menjalar di kedua lubang
hidung tingkah lakunya bisa mencium(yaitu
penciumanya dzat Allah melalui hidung manusia).
* Dzat Allah yg bersifat khayyun/hidup itu
menghidupkan keadaan RUKHUN/SUKMA.
- RUKH/SUKMA hidup menjalar di lidah
mulut,tingkah lakunya bisa bicara.(yaitu
berbicaranya Allahuta'ala melalui lidah manusia,krn
itulah kalamullah melalui lidah Mukhammad/
manusia).
* Dzat Allah yg bersifat khayyun/hidup,menghidupk
an NAFSUN/JIWA.
-NAFSU/JIWA hidup,menjalar di kedua
telinga,tingkah lakunya bisa mendengar.(yaitu
pendengaran dzat Allah swt melalui telinga
manusia).
* Dzat Allah yg bersifat khayyun/hidup,menghidupk
an keadaan QOLBUN/AKAL BUDI PEKERTI.
- QOLB/AKAL BUDI PEKERTI hidup,menjalar di
jantung hati manusia,tingkah lakunya mempunyai
birahi mengakibatkan merubah kehendak,keinginan
cita manusia.(yaitu kehendaknya Allah swt melalui
jantung hati manusia).
* Dzat Allah yg bersifat khayyun/hidup,menghidupk
an JASADUN/TUBUH.
- JASAD/TUBUH hidup,menjalar di seluruh
peredaran darah,menjdkan tingkah lakunya JASAD
itu bisa bernafas,(yaitu pernafasanya Dzat Allah
swt melalui jasad manusia,menumbuhkan
rambut,kuku,gigi,kulit lamat,daging,urat,otot,tulang
sum2,otak,manik jeroan).
jd tulang yg rapuh sum sum kering lamat tiada,itu
krn Allah swt mengurangi hidupnya peredaran
darah,sempurnanya peredaran darah menjadikan
sempurnanya manusia(jasad).jd manusia yg kurang
darah itu ditarik hidupnya,makanya manusia cuci
darah itu pasti gagal.kalo darahnya tdk ada
nafasnyapun tak ada,krn hilang anginya.Jadi orang
Asma/bengek krn darahnya tdk beres.
jadi kesemuanya itu disebut MUKHAMMAD. ISINYA
dari : DZAT ALLAH SWT menjelma KHAYYUN/
HIDUP.
KHAYYUN menghidupkan NUR,
NUR menjelma jadi SIRR,
SIRR menjelma jadi RUKH,
RUKH menjelma jadi NAFSU,
NAFSU menjelma jadi QOLB,
QOLB menjelma jadi JASADUN.
JADI JASADUN ITULAH "MUKHAMMAD"(lihat
ket.diatas).
syukron wassalam.

AHMAD MUHAMMAD mengatakan...

Ingat....!
Dzat khayyun itu Pribadinya ALLAHU SWT(TUHAN = PENCIPTA/KHOLIQ).sedangkan manusia serta makhluk yg lainya hanya Nur-Nya,walopun berasal dr Dzat-Nya.serta manusia dan makhluk lainnya hanyalah ciptaan jd bukan pencipta serta tidak bisa menjd apalagi mengaku sebagai Tuhan(pencipta),karena hanya Dzatullah Dzatul Qudus Allahuta'ala yg bisa mencipta dari TIDAK ADA menjadi ADA,sedangkqn manusia atau makhluk yg lainnya TIDAK BISA.(contoh : manusia bisa ciptain kursi...krn bahan kursinya sudah ada baik kayunya/pohonnya).
INGAT....!!!
Seluruh zat berdiri kepada Dzatullah Dzatul Qudus Allahuta'ala. AKHMADU = alif,kha,mim,dal
ALIF artinya Berdirinya sholat
KHA artinya rukuknya sholat
MIM artinya sujudnya sholat
DAL artinya duduknya sholat.jadi AKHMADU
itu RUHANIAH yg kena wajib sholat.
MUKHAMMADU = mim,kha,mim,dal
MIM artinya kepala manusia
KHA artinya dada manusia
MIM artinya perut manusia
DAL artinya kakinya manusia,JADI
MUKHAMMAD itu RUPA/WUJUD dhohirnya
manusia(wujud/rupa jasadnya manusia).
ADAMU(manusia) arti sebenarnya bahas
adalah HITAM MANIS,sedangkan arti
hakekatnya adalah JASAD,QOLB,NAFSI,RUH.
JADI...nama AKHMAD adalah RUHANIAH
sedangkan wadahnya adalah MUKHAMMAD
(JASADIAH/wujud/rupa dhohirnya manusia)
itulah yg disebut ADAM(MANUSIA).
ADAM ITU RAHASIANYA JASADIAH &
ROHANIAH.
Qoolallahuta'ala : KHOLAQTU ADAMU 'ALAA
SHUUROTI MUKHAMMADIN WA KHOLAQTUL
INSAANU 'ALAA SHUUROTI ARROHMAANUL
INSAANU SIRRI WA ANAA SIRRUHU.
afwan....seandainya manusia belajar
kandungan/isi/yg tersirat kitab Al-
Qur'an...maka insya Allah akan ketemu
ilmunya/rahasia yg terkandung di dalamnya.
AHMAD arti memuji/terpuji
MUKHAMMAD artinya SANGAT TERPUJI.
makanya ALLAHUTA'ALA menamakan
manusia yg pertama di namakan ADAM(NABI
ADAM AS/nabi pertama) dan menamakan
Nabi yg terakhir/penutup dinmakan
MUKHAMMAD(NABI MUKHAMMAD SAW yg
kebetulan Allah swt dhohirkan melalui/
anaknya AMINAH ABDULLAH yg artinya
hamba Allah yg Amanah punya anak SANGAT
TERPUJI/MUKHAMMAD,dan itu Allah swt
sendiri yg memberi nama.)
jd intinya...siapa2 yg di sebut ADAM
(manusia)baik kulitnya hitam atau
putih,hidungnya mancung atau pesek,rambunya
ikal atau lurus semuanya wajib ngikutin
sayyidnya manusia(adam) yg jg sayyidnya
makhluk yg punya nama SANGAT TERPUJI
atas perintah yg MAHA TERPUJI(Dzatullah
Dzaatul Qudus Allahuta'ala TUHAN semesta
alam).

AHMAD MUHAMMAD mengatakan...

MANUSIA ITU ADALAH MINIATURNYA
ALAM JAGAD RAYA oleh karena itulah
manusia disebut makhluk yg paling
SEMPURNA dibandingkan malaikat atau
makhluk yg lainnya.
AL INSAANU SIRRI WA ANAA SIRRUHU artinya
barang siapa yg mengenal RAHASIA dirinya
Maka akan mengenal RAHASIA TUHANNYA yg
udah pasti akan mengenal rahasianya ALAM
JAGAD RAYA.

AHMAD MUHAMMAD mengatakan...

kalimat "Laa ilaha illallahu" arti terjemahanya
adalah Tiada Tuhan yg waji di sembah kecuali
ALLAH SWT.
sedang arti hakekatnya adalah
*Laa mawjuda illallah = tiada yg wujud kecuali
Allah
*Laa failaa illallah = tiada yg berbuat kecuali
Allah
* Laa khayya illallah = tiada yg hidup kecuali
Allah
* Laa ma'buda illallah = tiada menyembah
kecuali Allah
* dsb.
kalimat "Mukhammadurrosulullah" arti
terjemahanya : bahwa NABI MUKHAMMAD
SAW UTUSAN ALLAH.
arti hakekatnya : bahwa tiap2 manusia wujud
rupa MUKHAMMAD utusan/kholifah dibuminya
Allah.(bukan berarti berMartabat/darojat Nabi/
Rosul).
LAA KHAULAA WA LAAQUWWATA ILLA
BILLAHIL 'ALIYYIL 'ADZIM = Tiada daya upaya
dan kekuatan melainkan/kecuali daya
upayaNya serta kekuatanNya Dzatullah dzatul
Qudus Allahuta'ala yg maha Agung.
ADAKAH....mausia atau makhluk yg lainya
MERASA punya daya upaya serta kekuatan
melainkan dari-Nya ??????????????????????
(lihat komentar ane yg diatas)
didalam islam sendiri ada beberapa tahapan
yg BUKAN hanya sekedar istilah yaitu :
SYARI'AT
TORIQOH
HAKEKAT
MA'RIFAT.
baru nanti akan ketemu SYARIA'AT yg
sesungguhnya(MUKHAMMADIAH /MUSLIM
SEJATI).dalam pengertian BUKAN berarti
organisasi mukhammadiah yg ada di
indonesia...akan tetapi sbg umat/pengikut
baginda Nabi Mukhammad saw.secara lahir
batin(kaffah).

Erianto Rachman mengatakan...

@Ahmad Muhammad:

Terima kasih atas kesudian anda membaca tulisan saya.
Terima kasih juga atas komentar yang ada tuliskan.

Esensinya, apa yang ada ketahui atau pelajari berujung pada satu hal yang sama dengan apa yang saya ketahui.

Sebuah rumah dengan sebuah pintu, seorang membuka pintu pertama dan dia tidak menemukan pemilik rumah melainkan pintu lainnya. Pintu kedua dibuka dan dia menemukan pintu lainnya lagi.
Apakah dia akan terus membuka pintu dihadapannya atau dia diam sejenak untuk mempelajari arti dari semua yang ia hadapi?
Hal ini tergantung dia sendiri dan apa yang diyakininya.
Satu hal yang ia yakin pasti adalah bahwa di dalam rumah itu terdapat kebenaran yang hakiki.

Saya tidak memaksakan siapapun untuk diam atau terus. Namun saya termasuk pemikir. Di dalam sana ada esensi. Di sana ada Realita dan kebenaran yang hakiki. Inilah sebuah petualangan spiritual.

Realita yang hakiki adalah sama bagi semua, dari manapun seseorang mempelajarinya. Hanya ada satu. Tidak dapat dijeaskan dengan bahasa apapun.

Tidak ada yang lain selain Tuhan.

AHMAD MUHAMMAD mengatakan...

Ma'af...yg namanya Dzatullah dzatul Qudus Allahuta'ala PASTI Tuhan,akan tetapi yg disebut Tuhan didunia ini blm tentu Allahuta'ala...krn banyak manusia memperTuhankan selain Allahuta'ala.
Manusia itu miniaturnya alam jagad raya beserta isi2nya.artinya...seluruh yg ada di luar diri kita hakekatnya Adanya di dalam diri kita.maka barang siapa yg mengenal rahasia dirinya(rahasia insan)akan mengenal rahasia TuhanNya serta mengenal rahasianya alam jagad raya.
Yg di sebut Wali(wakil/utusan Tuhan):
Bermartabat Nabi/nabi Rosul ilmu kewaliannya disebut MU'JIZAT.
Yg bermartabat waliyullah ilmu kewaliannya di sebut KAROMAH.
yg bermartabat Mukmin,Muslim,Mukhsin & Sholeh(orang2 'alim/'alim ulama' )ilmu kewaliannya disebut MA'UNAH.
Maka janganlah heran beliau2 bisa berbuat yg mustahil menurut akal manusia.padahal ada keteranganya dg jelas hadisnya sy tulis setelah ini.
Selagi manusia mencari hakikat dirinya/Tuhannya dari luar dirinya(melaui teori,penelitian dsb) maka butuh brp tahun kita hrs hidup?????bahkan sampai mati lalu hidup lagi,mati lagi di hidupkan lgPUN tidak akan pernah akan ketemu(selesai).kecuali belajar kedlm dirinya(kembali ke asal muasal kejadiannya)dgn kekuatan cahaya/NUR(semua asal manusia /makhluk itu dr NUR).makanya selagi manusia tdk bljr ilmu Ruh mustahil akan ketemu.
Ma'af.....ssetelah sy baca komen2 diatas sy hanya khawatir manusia yg awam nanti pd ngaku Tuhan kalo tdk faham.seperti ajaran wahdatul wujud/manunggaling kawula gusti makanya tdk bisa di konsumsi manusia awam khawatir pd ngaku jd Tuhan,oleh krn itulah wali songo menentang ajaranya syeh siti jenar(walopun semua wali mengakui aqidah tsb).

Erianto Rachman mengatakan...

@Ahmad Muhammad.

Sekali lagi terima kasih telah menorehkan komentar anda yang sarat akan ilmu.

Saya yakin anda dan saya mengerti betul apa hakekat dari manusia dan hubungannya dengan Tuhan.
Dan memang tulisan saya yang berjudul "The God Theory" ini jika pembaca membacanya tanpa mengkajinya, terutama mereka yang telah terdoktrin oleh ajaran agama yang semata hanya memfokuskan disi mereka dari sisi material, maka tentu akan terjebak ke dalam pemahaman yang dangkal.

Manusia adalah makhluk Divine juga Un-Divine. Manusia dan seluruh alam ini adalah makhluk materi dan juga immateri. Fisik dan Spiritual. Keduanya eksis bersama-sama.

Tuhan ada di dalam diri setiap manusia. "The Self", atau "Atman" atau "Aku" adalah Tuhan.
Sungguh tidak ada bahasa di bumi ini yang cukup baik untuk menjelaskan Tuhan. Tuhan hanya bisa dimengerti oleh hati.

Yang saya harapkan dari pembaca adalah terbangkitya hasrat untuk berpiikir dan mencari kebenaran yang hakiki, menyibakkan tabir Maya atau Fana, membuka semua pintu dengan perlahan dan tidak tergesa-gesa - dan menjawan semua pertanyaan-pertanyaan yang tidak mungkin terjawab tanpa mengarahkannya kepada Tuhan itu sendiri.

Silahkan dibaca terus blog saya, terutama yang berjudul "The Grand Design" dan "Cosmic Religion".

Terima kasih.

AHMAD MUHAMMAD mengatakan...

Yg namanya makhluk...baik manusia,malaikat,jin,bahkan iblis laknatullah sekalipun hanyalah "WAYANG"yg di mainkan oleh sang "DALANG",untuk dimainkan/perankan sesuai alur cerita yg dibuat-Nya.
AhmadMuhammad Adam
.Toriqoh itu adalah wadah/sarana/cara /
jalan seorang hamba untuk mengenal dirinya
supaya mengenal TuhanNya(kaffah dg 'ainul
yaqin maka khaQul yaqin).
HADIS NABI (riwayat imam bukhori dan Abi
Hurairoh). :
Siapa orang yg memusuhi waliKU(NABI
ROSUL/NABI/WALIYULLAH adalah orang yg
dekat dan senang kpd ALLAH) maka sungguh
AKU akan menyakiti,menyusahkan dg
diperangi,dan TIADA mendekatkan diri seorang
hamba kepadaKU dgn suatu kesukaan yg AKU
sukai,kepada undang2 yg telah AKU
tetapkan,dan Tiada gingsir seorang hambaKU
senantiasa membiasakan diri mendekat
kepadaKU dgn berbuat yg sunah2,sehingga
AKU senang kpd dia...maka bila AKU telah
senang kepadanya :
*maka AKU menjadi pendengaranya hambaku
(yg mendengar dg telinga hamba)
*AKU menjadi penglihatanya matanya hamba
(yg melihat dg matanya hamba).
*AKU menjadi tanganya hamba(yg menampar
dg tangan hambaku)
*AKU menjd kakinya hamba(yg brrjalan dg
kakinya hambaku).
JIKA dia meminta kepadaKU pasti AKU
berikan.
JIKA dia meminta di lindungi pasti AKU
lindungi.dan Tiada AKU tolak dari pada
sesuatu,AKUlah yg memperbuat hamba.
AKU memulangkan kembali jiwa mukmin yg
terpegang oleh musuh yg di gagahi akan di
bunuh,dan AKUlah yg menggagahi kejahatan
orang yg akan membunuh wali itu.
jd inti syaratnya : mendekat dan senang kpd
ALLAH maka ALLAH akan dekat dan senang
kepd kita.
adapun jln yg ditempuhnya mengerjakan yg
sunah sunah.
akibatnya bila ALLAH senang maka :
pandangan kita pandangan ALLAH.
penglihatan kita penglihatan ALLAH
tanganya kita tanganya ALLAH
kakinya kita kakinya ALLAH.
JADI SEANDAINYA KITA BISA LIHAT JARAK
JAUH,ITU BUKAN PENGLIHATAN KITA..AKAN
TETAPI PENGLIHATAN ALLAH.

Erianto Rachman mengatakan...

@Ahmad Muhammad;

Saya baru menerima 3 lagi komentar yang anda buat kepada saya. Akan tetapi sepertinya apa yang anda tulis semakin menyimpang dari topik tulisan saya. Jadi mohon maaf saya memutuskan untuk tidak mem-publish komentar-komentar anda itu.

Jika anda ingin menjelaskan sesuatu yang anda nilai penting, mungkin sebaiknya anda menulis di blog anda sendiri.
Dan harap diperhatikan penggunaan bahasa Indonesia, tulisan, dan tanda baca yang baik dan benar.

Anonim mengatakan...

Dalam hal ZPF apakah ada kemungkinan pergerakan partikel yang mampu melaju melampaui kecepatan cahaya? Bagaimana kira-kira bentuk dari dimensi ekstra 4 brane, 5 brane, 6 brane dst... Apakah mungkin acak ataukah teratur?

raad mengatakan...

jadi menurut anda dzat Tuhan yang singular punya keinginan sendiri untuk berexperience? dari mana keinginan Tuhan itu muncul? thanx

Erianto Rachman mengatakan...

@Anonymous:
Maaf, saya tidak persia tau, dan mungkin tidak akan pernah tau mengenai the real nature of ZPF. Apakah kecepatan cahaya masih relevant?
Bentuk dimensi extra, pastinya mereka mengikuti hukum alam yang baku.

Erianto Rachman mengatakan...

@raad:
Ya Tuhan Maha Berkhendak. Dari mana? Ya dari Tuhan.
Manusia tidak akan tau pasti the nature of God. apa itu singular? bagaimana Zat Tuhan bisa eksis di sebuah Ketuggalan (Singularity)? Terlebih bisa berkehendak? Tidak ada yang tau dan mungkin tidak akan pernah ada yang akan tau.

raad mengatakan...

Terus kalau menurut "god- theory" surga dan neraka tidak ada kan? jadi apa gunanya kita berbuat baik?

jjkosmik mengatakan...

"An observer looking at the real situation, but the conclusions can apply imaginary observer". Maybe this could be a new rationale for science "beat relativity Einstein"

raad mengatakan...

kok yang ini gak dibales?

Erianto Rachman mengatakan...

@raad:

Apakah artinya Agamamu untuk dirimu?
What is your religion means for you?
You must answer this first then I can guide you with the answer you seek.

Do you find God? Where?
Do you really believe what you think you believe in?

Ini bukan mengenai article "The God Theory", tapi ini mengenai kebenaran yang hakiki. Siapa yang tau dan menentukan kebenaran yang hakiki itu? Dia.

raad mengatakan...

saya agnostik, tapi nice articel

Erianto Rachman mengatakan...

The Ultimate truth is when there is none else you can determine in life. Because the ultimate truth is "NOTHING".

Classification of human beliefs is a clear example or prove of human materialism. a Doctrine.

I don't classify you as anything. You are a human being. If you want to see the truth, then you need find it within you, without the veil of materialism.

Luthfi Purnomo mengatakan...

It's a great blog consist of synopsis science book Eri. But I don't feel any religious part at all.

Erianto Rachman mengatakan...

@Luthfi Purnomo.
Thanks for reading. Keep on reading.
I am not religious, but I am a spiritual being, like everyone else.

yogi santanu mengatakan...

dari beberapa komentar terlihat masih ada kesan fanatik dalam penyebutan penciptanya. bagi teman-teman simpulkan saja bahwa pencipta kita singular, tapi yang paling saya suka pernyataan kebenaran hakiki. dimana kebenaran secara logika bisa diterima di mana saja. saya sangat terkesan dengan pemaparan yang disampaikan oleh penulis, yang saya yakin butuh bertahun-tahun untuk mengumpulkan imformasi serta pengetahuan di blog ini. kalo diajaran agama saya kita hidup dari serpihan sinar tuhan (atma) yang nantinya akan kembali lagi bergabung tunggal ke sumbernya (sang hyang tunggal). gitu kalo gak salah hahaha

Erianto Rachman mengatakan...

@Yogi Santanu:
Terima kasih sudah membaca blog saya.
Atman adalah Brahman, dan Brahman adalah Atman. :-)
Shanti Shanti Shanti

Al Qurni mengatakan...

segala pertanyaan admin telah ada jawaban di Al Quran.

pujarizqy mengatakan...

Wah saya baru ketemu blog ini sekarang. Mudah-mudahan penulis masih tetap aktif nge-blog. Saya menantikan tulisan anda berikutnya, terutama mengenai topik-topik seperti ini.

Izinkan saya berpendapat di antara "pertentangan (polarity)" yg terjadi di kolom komentar ini. Hehe.

Bagi saya, metode narasi anda dalam mencoba "menabrakkan" disiplin ilmu sains dengan ajaran agama/ketuhanan, justru menambah keyakinan saya bahwa hakikat sains dan agama adalah selaras, bahkan merupakan sebuah konsep yang secara substansial sama adanya (baca: manifestasi singularity).

Mengapa saya katakan demikian ?

Mari ambil contoh dari pernyataan anda dalam tulisan di atas.
Bahwa secara logika/teori sains, penciptaan pertama adalah berupa cahaya. Mari kita anggap ini sebagai sebuah premis yang berdasarkan dari logika sains
(Premis 1)

Sekarang saya ingin beralih kepada pernyataan yang berlandaskan ajaran agama (Islam), bahwa cahaya adalah merupakan bahan baku dari penciptaan malaikat (HR Muslim).
(Premis 2)

Dari kedua premis di atas seolah-olah tak ada kaitannya antara konsep sains dan ajaran agama. Malah mungkin bertentangan. Namun demikian, saya berpendapat hal tersebut sesungguhnya adalah selaras.

Dalam bahasa arab kata "malaikat" adalah bentuk plural/jamak dari kata dasar "malik" yang dapat diartikan sebagai kekuatan/energi (force/forsa ?).
Kembali kepada tulisan anda, bahwa cahaya merupakan penciptaan pertama dan bermuatan energi.

Wah.

Bukan hanya itu, dalam sains, cahaya merupakan penciptaan PERTAMA yg diciptakan oleh "The God".

Sementara itu, dalam Islam cahaya/nur/malaikat merupakan hal PERTAMA yang harus diimani, setelah Tuhan itu sendiri (rukun iman ke-2).

Bukankah kedua tinjauan ini, baik secara sains maupun agama, pada akhirnya akan mengantarkan pada hal yang sama (singular).

Jadi menurut saya, apabila masih terdapat pertentangan (polarity) di antara disiplin ilmu sains dan ketuhanan, sesungguhnya itu belum memberikan jawaban hakiki untuk mencapai Tuhan yang Esa/Ahad/Singular.

Bravo untuk penulis !

Erianto Rachman mengatakan...

@pujarizqy:
Terima kasih sudah membaca tulisan saya. Silakan baca-baca artikel lainnya di blog ini.