Jumat, 11 Juli 2008

The "Structure"




Pre-requisite reading: "Braneworlds"


"Seperti membayangkan sebuah struktur gedung pencakar langit yang megah nan mewah. Pada sebuah lantainya, di atas hamparan permadani yang tebal, terselip sebutir debu.

Apa istimewanya sebutir debu itu bagi gedung tersebut?

Mungkin tidak semua orang tau, akan tetapi gedung tersebut tidak mungkin ada tanpa sebutir debu itu."


Kalau anda sudah membaca tulisan saya yang berjudul
Braneworlds, maka anda bisa saya ajak untuk membayangkan bahwa begitu sangat rumitnya struktur atau konstruksi alam ini. Alam ini memerlukan 10 dimensi ruang dan satu dimensi waktu. Ruang terbentuk dari jalinan benang-benang kosmos yang teramat kecil. Dari situ terbentuklah alam semesta - alam semesta paralel, braneworlds, dengan segala kompleksitas konstruksi yang tidak mungkin bisa terbayangkan oleh manusia. Alam kita yang berdimens-ruang 3 ini tidak mungkin ada begitu saja tanpa dimensi-ruang lainnya. Dimensi-ruang lain tersebut membentuk lapisan-lapisan semesta yang jauh lebih besar dari alam semesta kita.

Mengapa harus ada kompleksitas itu?

Bagaikan sebuah reaksi berantai, dimana string berinteraksi satu sama lain mematuhi hukum fisika. Segala sesuatu yang terjadi adalah konsekuensi. Kompleksitas adalah konsekuensi dari awalan yang sangat sederhana itu.

Lalu, untuk apa diciptakannya alam semesta dengan struktur dan konstruksi yang begitu rumit ini?

Ini adalah pertanyaan yang sangat menarik yang merupakan inti dari tulisan saya ini. Saya tidak akan membahas fisika terlalu jauh. Anda bisa membacanya di tulisan saya yang lain (Braneworlds). Namun di sini saya ingin mengajak anda merenungkan suatu ide yang sangat sederhana namun tidak semua orang meyakininya. Alam semesta diciptakan untuk kita.

Di dalam Fisika, ditemukan bahwa terdapat 20 konstanta fundamental alam semesta yang merupakan suatu ketentuan baku. Termasuk konstanta electromagnetic, gravitasi, dll. Nilai masing-masing konstanta tidak bisa atau tidak boleh berubah. Sebuah simulasi komputer menunjukkan bahwa bila satu konstanta berubah sedikit saja, maka alam semesta ini akan hancur dan tidak mungkin ada. Begitu rumitnya dan sempurnanya alam semesta ini, membuat saya berpikir bahwa alam semesta ini unique dan penciptaanya adalah sesuatu yang dikehendaki. Bukan kebetulan belaka.



20 fundamental constants of nature (from NOVA)

Bila memang pembentukan atau penciptaan alam ini adalah suatu yang dikehendaki, maka tentunya ada tujuan khusus, untuk apa diciptakan? Jika tidak ada struktur yang maha rumit ini, maka tidak mungkin pula ada benda-benda langit. Sebuah reaksi berantai yang berawal dari masa lalu mengawali terisinya ruang alam ini. Ledakan di masa lalu termasuk bagian dari konsekuensi reaksi awal yang sangat sederhana itu. Ledakan tersebut mengisi alam ini dengan materi dan energi, yang kemudian membentuk bintang dan planet. Sebuah planet terbentuk dengan komposisi yang pas untuk hidupnya makhluk bernama manusia.

Tuhan menciptakan alam ini untuk makhluk-Nya.


Diperlukan konstruksi dan struktur alam yang sangat masif dan rumit untuk bisa wujud di dalamnya planet yang bernama bumi. Yang kemudian bisa hidup di atasnya makhluk bernama manusia.

You doubt it?