Selasa, 06 Desember 2016

A Sufi's Diaries: Book 9















Diary 57: 
Love is One

"I belong to no religion. My religion is Love. Every heart is my temple." ~ Rumi ~ 
(Aku tidak berada di agama apa pun. Agamaku adalah cinta. Setiap hati adalah kuilku.)

 "If all religions teach love, then I belong to all of them." ~ Erianto Rachman ~ 
(Jika semua agama mengajarkan cinta, maka aku berada di semuanya.)


Today I declare my legion to God, the One.
The One who is Many.
The Nothingness who is Somethingness.
The Creator who also is the Creation.
The I and You.
The One.
There is no God but God.

May I live today and die tomorrow.
May I die today and live tomorrow.

You are the air that I breath.
You are the water that I drink.
You are the heart that is beating in my chest.
You are everyone I see.
You everything I see.

You are the past, present, future.
You are the Now, The timeless.
You are the Everywhere, The spaceless.

My legion is Love.











Diary 58:
I Release You
Aku Bebaskan Kau


Dear God,
From today on, I release You from my demands.
From today on, there is only gratitude from me to You.

From today on,
I am Your lover who comforts your loneliness.
I bring love to others as You love me unconditionally.
I bring peace as You have shown me how.

Dear God,
I release You from my demand.
I am now at Your side.

---------------

Ya Tuhan,
Mulai hari ini dan seterusnya, aku bebaskan Kau dari semua permintaanku.
Mulai hari ini dan seterusnya, hanya ada rasa syukur dariku pada-Mu.

Hari ini dan seterusnya,
Akulah kekasih-Mu, pelipur kesendirian-Mu.
Aku sampaikan cinta kepada orang lain seperti Kau mencintaiku tanpa syarat.
Aku sampaikan kedamaian seperti yang telah Kau tunjukkan padaku.

Ya Tuhan,
Aku bebaskan Kau dari tuntutanku.
Sekarang aku berada di sisi-Mu.









Diary 59:
A Coin has Two Sides. Remember That!
Ada Dua Sisi Koin, Ingatlah Itu!


Pada sekeping koin terdapat dua sisi. Jika kau hanya melihat satu sisinya saja, atau jika kamu memilih, kukuh hanya menerima satu sisinya saja sedangkan sisi lainnya kau tolak, atau bahkan kau tidak mengetahui sisi lainnya, maka kepingan itu bukan koin bagimu.

Kau hanya berpura-pura melihat koin itu. Kau hanya berpura-pura memiliki atau menerima koin itu.

Atau kau terlalu tidak perduli bahwa kau tidak memahami esensi dari koin itu.

Hidup ini terdiri dari dua sisi. Sisi kiri, sisi kanan, sisi baik, sisi buruk, positif-negatif. Jika kau hanya mengakui satu sisinya saja, maka kau hanya berpura-pura hidup.

Temanmu, sahabat, anak, isteri, suami, manusia juga memiliki dua sisi. Jika kau tidak menerima / accept kedua sisinya sekaligus, maka kau hanya berpura-pura menjadi teman, sahabat, suami, isteri, orang-tua, mereka.

Bisnis juga memiliki dua sisi. Jika kau hanya mengakui satu sisinya saja, maka kau hanya berpura-pura berbisnis.

Ada pertemuan, ada pula perpisahan. Kedua sisi ini satu paket. Jika kau tidak menerima adanya perpisahan maka kau hanya berpura-pura saja menerima pertemuan itu.

Untuk bisa mengantisipasi sisi lain, kau harus mengakui terlebih dahulu keberadaannya.

Life is full of choices, if you choose to not accepting one, then you are not living.
if you never taste bitterness, then you will never know sweetness.
Don't Judge until you see all sides.
Even if you have seen all sides, still don't judge!
Remember that!








Diary 60:
I Release You!
Aku Lepaskan Kau!


Dalam suatu peristiwa, saya merasa sangat kecewa. Saya telah dikecewakan oleh seseorang yang cukup dekat dengan saya.

Hati serasa ditusuk dengan sebilah pisau tajam. Tidak saya sangka bahwa saya bisa merasa down karena dia.

Mengapa saya merasakan emosi ini?

Malam harinya saya meditasi cukup lama dan sangat dalam;

"Aku, Satu...
Ya Tuhan, kumasuki cahayamu, dari bulan, bintang, matahari, seluruh bumi, dan seluruh alam ini.
Masuklah, aku dipenuhi hanya oleh-Mu. Tiada yang lainnya selain-Mu.

Aku, Satu...
Bersih semua yang tidak bersih.
Murni semua yang tidak murni.
Selaras semua yang tidak selaras.

Aku, Satu...
Bersama-Mu aku bebas, lepas."

Cahaya illahi masuk dengan derasnya, seperti halilintar yang menyengat seluruh bagian tubuh ini di dalam. Tak ada yang luput darinya.
Tubuh bergetar. Bumi bergerak dan menampilkan cahaya keasliannya.

Hijau bercampur putih...
Tiga jam kemudian saya kelelahan, lalu tertidur.

Pagi harinya bangun dalam kondisi badan segar, pikiran ringan dan rasa penuh bahagia.
Saya bertemu dia. Dalam hati saya berkata padanya, "Aku sudah melepaskanmu dariku. Aku bebas! Karena aku sudah bersama Tuhan."

Kecewa hilang, sakit hati hilang. Hati ringan seperti sehelai bulu.
Rasa menjadi murni, bersih. Tak ada sedikit pun yang tersisa yang tidak murni.

Damainya hidup ini.
Dia adalah sahabat saya. Saya mencintai, menyayangi dan mengasihinya.
Saya tidak bisa membencinya.
Saya mendoakan agar dirinya hidup dalam damai dan kebahagiaan.

Ya Tuhan yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang, terima kasih telah memberikan pengetahuan-Mu padaku.
Aku memahami-Mu dan Kau memahamiku.

Kau belai aku dengan cinta-Mu. Kau sentuh aku dengan kasih sayang-Mu.
Seperti itu pulalah aku memperlakukan sesama ciptaan-Mu.

Hubunganku dengan-Mu adalah yang terpenting.
Aku bersama-Mu.
Aku sudah berada di sisi-Mu.








Diary 61:
Time is On My Side
Waktu Berada di Pihakku


Prinsip:
Attractor yang lebih tinggi / besar selalu mengungguli attractor yang lebih rendah, hanya saja attractor yang lebih tinggi membutuhkan waktu yang lebih panjang untuk membuktikannya / mewujudnya.

Apakah ini berarti waktu adalah suatu penghalang?

Tidak. Bagi Tuhan, waktu tidak relevan. Tuhan adalah penguasa ruang dan waktu. Jika kita berserah diri pada-Nya, maka kita memihak pada Tuhan. Tuhan yang tanpa waktu. Memihak pada Tuhan berarti merelakan / memasrahkan waktu pada Tuhan.

Berserah diri sepenuhnya pada Tuhan adalah membiarkan The Great Attractor berlaku sesuai hukum Tuhan. Tanpa ruang, tanpa waktu. Attractor itu akan tertutup lengkap lingkarannya / siklusnya sesuai Zat-Nya.

Attractor itu akan menutup secara alamiah dan tidak ada satupun makhluk di alam ini yang mampu mencegahnya.

The Great Attractor adalah Tuhan itu sendiri. Yang baik akan selalu baik. Yang benar akan selalu benar. Tempat dan kapan tidak penting, karena dimana pun, kapan pun, kebenaran itu pasti akan terungkap sempurna. Apapun dan bagaimanapun wujudnya. Dia akan mengungkapkan Zat-Nya.

Terimalah kedua sisi kehidupan sepenuhnya, apa adanya. Berpihaklah pada Tuhan. Maka Tuhan berpihak padamu. Waktu pun berpihak padamu. Dia akan hadir dan terungkap padamu.

Kapan kau gagal? Kapan kau berjaya? Tidak relevan. Selama kau berada di dalam-Nya, maka Dia akan terjadi. Dia akan terungkap di hadapanmu.

Terimalah Dia apa adanya, maka waktu akan berpihak padamu.

If you are in the Higher Attractor, do not descend to the lower. Stand fast! Stand strong! Do not hesitate! Do not be deterred!

Keep the Faith!

Reading article: "The Great Attractor"








Diary 62:
Lovely Testimony
Testimoni Penuh Cinta


Hari ini, Rabu, 30 November 2016, saya mendapat telepon dari salah seorang pembaca saya di Bandung.

Kami berdiskusi panjang di telepon. Beliau menceritakan pengalamannya seiring dengan membaca artikel-artikel saya.

Kira-kira beberapa di antaranya seperti ini;

"Kepahaman terhadap Ke-Esa-an Tuhan sangatlah penting dan tidak sempurna ibadah seseorang tanpa kepahaman ini."

"Tuhan adalah tempat / medium dimana semua ini eksis. Dia ada di semua makhluk. Inilah pemahaman Ke-Esa-an Tuhan yang hakiki."

"Tuhan Maha Kaya sehingga kita pun sudah kaya bersama-Nya. Kaya yang hakiki adalah kelapangan hati seluas Dia. Mencapai kelapangan hati ini tidak mudah dicapai dan tak terbeli dengan uang berapa pun banyaknya."

"Rasa tenang, bahagia, dan damai dalam kebersahajaan adalah yang kita dapatkan setelah mencapai pemahaman illahiah ini."

Ucapan terima kasih saya terima darinya. Saya menangis terharu sambil ucapkan terima kasih padanya.

Lalu beliau menceritakan bahwa ia telah sembuh dari penyakit lever yang dideritanya selama satu setengah tahun lebih. Tanpa obat, namun hanya dengan yakin bahwa jika kita selaras dengan alam, merasa tenang, merasa damai, maka Tuhan akan senantiasa menyembuhkan.

Kesembuhannya tercapai setelah ia paham akan apa yang terjadi sesungguhnya pada setiap sel tubuhnya yang senantiasa mencari keselarasan dengan energi alam yang illahi ini.

Beliau mendapatkan kepahamannya ini dari membaca artikel saya yang berjudul "The Healer".

Sekali lagi saya menangis haru mendengarkan testimoni sang bapak ini.

Ya Tuhan, Kau sungguh Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Kau berikan kami semua yang kami butuhkan. Sesuai dan selaras.

Keselarasan dengan-Mu adalah yang terpenting di hidup ini.

Terima kasih wahai bapak. Kau menambah satu lagi semaian benih cinta kasih di antara umat manusia.

Aku yang tertunduk tak kuasa menampung rasa syukur ini.

Damai... damai... damai...

Reading Article: "The Healer"






Diary 63:
Prepare an Empty Cup!
Siapkan Cawan Kosong!


Setiap sebelum memulai suatu jawaban atas pertanyaan yang saya dapat, atau setiap sebelum memulai ceramah saya, saya selalu mengatakan, "Siapkan Cangkir/Cawan Kosong!"

Sepanjang hidupmu, kau sudah menerima pengajaran, pengetahuan, doktrin dan dogma dari berbagai sumber. Dari sekolah, dari agama, dari masyarakat, dari keluarga, orang-tua, dll. Ibarat sebuah cangkir yang berada di dalam dirimu, cangkir itu sudah penuh.

Inilah yang menyebabkan banyak orang semakin tua usianya, semakin pula ia menjadi kaku dan sulit menerima perubahan. Sulit pula untuk menerima pengetahuan dari orang lain. Pikiran yang kaku tidak fleksibel, dan tidak terbuka, bagi saya adalah masalah sosial yang kita hadapi sehari-hari. Dan yang terburuk adalah tidak menghargai pendapat orang lain. Juga oleh karena usianya yang semakin lanjut, ia pun sudah tidak mau mendengarkan pengetahuan yang datang dari mereka yang lebih muda. Awan ego sudah menutupi mendung hatinya.

Maka untuk menerima apa yang akan saya share, saya selalu mengatakan, "Siapkan cangkir kosong!"

Pengetahuan baru tidak akan mampu ditampung oleh cangkir yang sudah penuh. Bagaikan menuang air yang akan langsung tumpah tak tertampung. Dan akan kehilangan manfaatnya. Hidayah pun tidak akan tercapai.

Tidak pula cangkir yang setengah penuh atau setengah kosong. Karena bila demikian, pengetahuan baru akan tercampur dan tercemar di dalamnya. Dan anda pun tidak akan mampu menerima esensi dari pengetahuan itu. Hal ini adalah alasan nyata mengapa banyak orang yang bingung, gundah, goyah, kehilangan arah, skeptis, pesimis, dll terhadap kehidupannya. Terjadi dilema, pertentangan, kemudian frustrasi. Lebih buruk lagi, ia akan bersikap negative terhadap hampir apa pun. lalu menyalahkan orang lain, dan menyalahkan kehidupan ini.

Karena ia tidak punya dasar atau landasan pengetahuan untuk menganalisa apa yang ditampungya. Ia tidak memiliki yang lama untuk mengenali yang baru. Lama dan baru tercampur aduk.

Maka hindarilah yang seperti ini, karena ini akan membuatmu tersesat di jalan. "Siapkan cangkir kosong!"

Saya tidak meminta anda untuk membuang cangkir lama anda. Tapi dikesampingkan dulu sejenak. Terima penjelasan saya tanpa syarat. setelah diterima semua, barulah anda bisa membandingkannya dengan cangkir lama anda.

Awalnya seorang guru memiliki lebih banyak pengetahuan daripada mudirnya. Namun setelah sekian waktu, banyaknya pengetahuan yang diserapnya, ditambah pengalaman hidup, murid dapat menyamai gurunya. Dan ini adalah hal yang sangat wajar. Guru dan murid akan selalu berada di atas satu kereta api. Istilah ini sudah pernah saya singgung di diary saya yang terdahulu; "Entrainment".

Kemudian murid menjadi guru pula bagi yang lain, dan ia pun memahami bahwa untuk memulai pendidikan, ia harus meminta mereka untuk menyiapkan cangkir yang kosong. Cangkir yang kosong, bersih tanpa ada noda sedikit pun.

Cangkir yang bersih adalah simbol kesungguhan niatmu.
Cangkir yang kosong adalah simbol murninya kepasrahanmu.
Noda pada cangkir adalah simbol kabut keraguanmu.

Selamat belajar dan mengkaji!
Temukan kebenaran di dalam dirimu.

Damai... damai... damai...
Salam cinta kasih.










Collection of Quotes & Stories:


Nilai Kebenaran yang hakiki


Kebenaran itu sangat berharga. Terlalu berharganya hingga bila harus ditukar dengan nyawa pun rela. Dan terlalu berharganya, sampai bila hanya satu orang yang sepaham, dan harus kehilangan teman, pun rela.

I am a free and liberated human being.





Cerita ilustrasi
(ilustrasi dari berbagai kisah nyata yang saya terima.)


Seorang sibuk mengusap-usap kacamatanya.

"Ada apa kok kacamatamu kau usap-usap terus dari tadi?"

"Pandangan saya berkabut nih.."

Saya memandang ke arah dia memandang, "bukan kacamatamu yang berkabut, tetapi memang udaranya sedang berkabut."

"Ah, saya yakin kacamata saya yang berkabut kok!"

"Oh... mungkin kamu harus mengusap-usap udara itu. Bukan kacamatamu. Kalau bisa..."

Dan saya pun berlalu...





"Sebelum saya memulai percakapan kita, sebelumnya saya ingin bertanya, apakah anda muslim?"


Saya menjawab, "Jika pertanyaanmu itu adalah syarat dari percakapan kita, sebaiknya kita tidak melakukan percakapan itu."





I climbed up stair cases. One stair case at a time. The climb was not easy. And some people would want me to stay below.
Some others are even convinced they have all the answers.


One thing I learned from this is;
once you take one step up, you must not climb back down.
You must not be afraid.
You have to be strong.
You have to be free of anything!
No matter what happens!


Lower affair does not concern you!
Be Free! Be liberated! Unattached!


And I am still climbing.





The secret of my Sales Style:
How do I sell my products?
I sell them to my self.






I want to say this one more time,
because I want to say thanks to those who doubted me, who said It couldn't be done, who said I couldn't do it.


Now they have proven to be totally wrong.
And now I know this for real, while they will never know;


"We are inventors. Inventors are artists.
Free thinkers. Free minds.
We do and work based on our feelings.


We don't follow you. We don't ask for your advice.
You follow us. You ask for our advice.


You predict your future.
We invent the future for you."






I am not blind with what happens around me.
I care, I cry, and I pray for all.


We have already gone through so much to be up here.
Nothing should bring us back.
Descend is not an option. Our solely destination in life is to ascend.


We pray for all beings. Together, in Oneness.
We lend our hands to help people in needs.
We contribute because we care.
There is no distinction; colours, races, religions, nations.


The higher attractor is always superior than the lower. We do and work at the highest attractor we can possibly be.
We learn to understand more. We learn to appreciate more. We learn to gain wisdom.


We are Human on Earth.
May all beings be happy.
Peace... peace... peace...






The Book of Your Life


Ada sebuah buku yang sarat akan ilmu bermanfaat. Membacanya tidak cukup semalam.
Seumur hidup buku itu ditulis, dan seumur hidup pula buku itu dibaca.


Sebuah kisah petualangan, kisah cinta, perjalanan hidup yang sangat menyentuh kalbu.

Di dalamnya, hanya ada halaman kosong.
Kau dengan sebatang pena, membaca masa lalumu, menulis masa depanmu.

Buku itu berjudul "Aku".





A Baker and a Cheese Cake


A baker needs an entire kitchen with complete tools and appliances to bake a simple cheese cake.

A baker cannot bake a cake without the entire kitchen at his/her disposal. A baker needs to build the entire kitchen first before baking a cheese cake.

----------
God created the entire universe(s) with all 10 dimensions, with all their complexities and grandeur, before creating a single Human being.

Human is the last to be created after everything else.

So it has. And so we are to learn.





The Atomic Philosophy:


The distant between You is like the distant between Proton and Neutron.
You need each other to stick and to repel.
Whatever You do, You make the electrons orbitting You, naturally.


----------

Meaning:

You are unique. You cannot stand alone without your partner. You and your partner need each other to be stronger even you both naturally are totally different persons.


Sometimes you need him/her to be together, and stay off each other.

But whatever you do, what ever relation you are having with your partner, it's all natural.
And even you plan it or not, the others around you will apppreciate it. They are all part of your world.
As long you stay together and being honest to one another.


You are Proton and Neutron.





Toss the coin!
Either side, I'll win!


It's all in attitude, brother.
Life is not only easy, it is also beautiful.
At any side you are in.


Accept your freedom.
You were born with it.






Somebody asked me a question: "How to be successful?"


And this was my answer:

"I cannot tell you how to be successful, but I can tell you how to be a failure. Then you will know how to be successful.

Appreciate failure, so you can see the path for success.

And most important thing is; If you embrace failure so down below, so rock bottom, then the only way for you is UP!

So, do you want me to help you fail?"
:-)




Stop telling me how to go to heaven if you're creating hell on earth!

Stupidity is not an excuse!
So please go back home and study more before you preach!





I dream about all mosques every friday, churces every sunday, and all temples talk about global warming, global population, and climate change issues.

I dream about a peaceful Earth.

They are busy talking about good and bad deeds, about heaven and hell... while ignoring the fact that their planet is slowly changing into what they pray deeply to avoid.





Stop being or act as spiritualist, if you still see differences among human beings.

Stop being or act as spiritualist, if you don't care about the environment.





-
--------------
Erianto Rachman